Welcome, Guest
You have to register before you can post on our site.

Username
  

Password
  





Search Forums

(Advanced Search)

Forum Statistics
» Members: 390
» Latest member: setia
» Forum threads: 3,050
» Forum posts: 9,936

Full Statistics

Latest Threads
JADILAH DARI YANG SEDIKIT
Forum: Amaliyah
9 hours ago
» Replies: 0   » Views: 14
Dr. Mahmud bin Ahmad , Ca...
Forum: Daulah al Khilafah al Islamiyyah
9 hours ago
» Replies: 0   » Views: 23
KHILAFAH IBRAHIM IBNU AWW...
Forum: Daulah al Khilafah al Islamiyyah
10 hours ago
» Replies: 0   » Views: 21
Hendak Meliput, Wartawan ...
Forum: Baca Koran Pake Perasaan
Today, 07:52 AM
» Replies: 0   » Views: 57
Video Salibis Mengebom Ko...
Forum: Daulah al Khilafah al Islamiyyah
Today, 06:14 AM
» Replies: 0   » Views: 28
Tentara Filipina Kesulita...
Forum: Daulah al Khilafah al Islamiyyah
Today, 06:11 AM
» Replies: 0   » Views: 33
JABHAH NUSRAH (JN) DAN IS...
Forum: Daulah al Khilafah al Islamiyyah
Today, 06:08 AM
» Replies: 0   » Views: 36
SELALU MEREKA BERTANYA PA...
Forum: Isi Kepala
Yesterday, 02:27 PM
» Replies: 0   » Views: 13
Anis Dipolisikan, Para Pe...
Forum: Dari Hati Untuk Indonesia
Yesterday, 11:51 AM
» Replies: 0   » Views: 504
Alasan Daulah Islamiyyah ...
Forum: Daulah al Khilafah al Islamiyyah
Yesterday, 08:23 AM
» Replies: 0   » Views: 44

 
  JADILAH DARI YANG SEDIKIT
Posted by: zemzemi - 9 hours ago - Forum: Amaliyah - No Replies

[Image: wpid-picsart_11-21-08-14-38.jpg]




وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۚ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ.

"Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Yang mereka ikuti hanya persangkaan belaka dan mereka hanyalah membuat kebohongan." (QS. Al-An'am : 116)

Ketika Umar bin al-Khattab
رضي الله عنه sedang berjalan di pasar, ia melewati seorang pria yg sedang memohon,





اللهم اجعلني من القليل اللهم اجعلني من القليل.

"Ya Allah, jadikan saya dari yg sedikit..!! Ya Allah jadikan saya dari yg sedikit .!!"


Lalu 'Umar berkata kepadanya, "Dari mana kamu mendapatkan do`a ini' (permohonan) ini..??"

Dan orang itu berkata, "Allah di dalam Kitab-Nya berfirman,




و قليل من عبادي الشكور.

"Dan (hanya) sedikit dari hamba-hambaKu yang bersyukur." (QS. Saba : 13)




Lalu 'Umar menangis dan menegur dirinya, "Orang-orang lebih berpengetahuan daripada kamu, yaa Umar..!!! Ya Allah jadikan kami dari yg sedikit dari 'hambaMu."

Kadang-kadang ketika kita menasehati seseorang untuk meninggalkan dosa, mereka merespon dengan, "Tapi semua orang melakukannya, itu bukan hanya aku..!!!"

Padahal jika kita mencari kata-kata "kebanyakan orang" dalam Al-Qur'an, kita akan menemukan bahwa kebanyakan orang :


ولكن اكثرهم لا يعلمون

"Namun kebanyakan orang tidak mengetahui." (7:187)




ولكن أكثرهم لا يشكرون

"dan kebanyakan orang tidak menunjukkan rasa terima kasih." (2:243)





و لكن اكثر الناس لا يؤمنون

"dan kebanyakan orang tidak beriman." (11:17)

Dan jika kita mencari kata "sebagian besar dari mereka", kita akan menemukan bahwa sebagian besar dari mereka adalah :




و آن أكثرهم فاسقون

"pasti tidak taat" (05:59)

و لكن أكثرهم يجهلون

"bodoh" (6:111)

بل أكثرهم لا يعلمون الحق فهم معرضون

"berpaling" (21:24)

Maka, jadilah dari yang "sedikit", yang Allah telah berfirman tentang mereka,

و قليل من عبادي الشكور

"Dan (hanya) sedikit dari hamba-hambaKu yang berterima kasih." (34:13)

و ما امن معه الا قليل

"Tapi tidak ada yg percaya dengan dia, kecuali sedikit." (11:40)

في جنات النعيم ثلة من الاولين و قليل من الآخرين

"Berada dalam Surga kenikmatan, Segolongan besar dari orang-orang yg terdahulu, dan segolongan kecil dari orang-orang yg kemudian." (56: 12-14)

Semoga Allah menjadikan kita dan menerima kita di antara yang sedikit, dan yang terkemuka dari yang terkemuka.

والله تعال اعلم...


  Dr. Mahmud bin Ahmad , Calon Penganti Amir IS Asia Tenggara
Posted by: shaher - 9 hours ago - Forum: Daulah al Khilafah al Islamiyyah - No Replies

[Image: Mahmud-Ahmad_isis.jpg]


Mengenal Dr. Mahmud bin Ahmad, Abu Handzalah Al Malazy Calon Kuat Penganti Amir IS Asia Tenggara
Beliau adalah orang yang paling di buru di pemerintahan Malaysia dan Fhilifina terkait keterlibatan nya atas kelompok IS di asia Tenggara khususnya Malaysia dan Fhilifina

Dr. Mahmud bin Ahmad, yang dikenal sebagai Abu Handzalah (lahir 25 September 1978), adalah seorang profesor hukum Islam Malaysia dan seorang jihadis senior pernah bergabung dengan Abu Sayyaf di Filipina.Beliau lahir di Batu Caves, Kecamatan Gombak, Selangor.

Pada 1990-an beliau hijrah ke Pakistan untuk belajar, di mana beliau memperoleh dua gelar Sarjana dari Universitas Islam Internasional, Islamabad. Pada akhir 1990-an beliau telah mengikuti sebuah kamp pelatihan Al-Qaeda di Afghanistan. Beliau meraih gelar Master dari International Islamic University Malaysia dan gelar Doktor dari Universitas Malaysia.

Saat mengajar di Universitas Malaysia, beliau adalah seorang dosen senior di Departemen Aqidah dan Pemikiran Islam di Akademi Studi Islam.

Menurut rekan dosen di Universitas Malaysia, pada akhir 2013 beliau mulai mengekspresikan pandangannya secara terbuka sehubungan dengan jihad serta pergerakan dunia islam global.

Beliau juga menulis sebuah buku yang berjudul "Faith of the Mujahidin" dan mendirikan sebuah sekolah agama bernama Tahfiz Center di Malaysia.

Pada bulan Maret 2014, beliau di tuduh mengatur setidaknya empat orang Malaysia untuk pergi ke Syria untuk bergabung dengan IS (islamic state). Dan semenjak itu beliau telah masuk dalam daftar paling dicari di Malaysia sejak beliau melakukan perjalanan ke Filipina pada bulan Juli 2014.

Dr. Mahmud bin Ahmad, yang dikenal sebagai Abu Handzalah menjadi Posisi terkuat saat ini untuk mengantikan kepemimpinan Amir IS di Asia setelah Asy Syahid Abu Abdillah atau di sebut Isnilon Hapilon dan Omarkhayam Maute yang terkena bombardir pesawat salibis Filipina di Marawi pada tanggal minggu 15/10/2017.

Penyebaran IS (islamic state) secara struktur di Asia Tenggara melaui tangan Bahrumsyah warga Indonesia yang menjadi salah satu petinggi IS yang berada Suriah dan rekannya, seorang mantan dosen di universitas Malaysia, Dr.Mahmud Ahmad alias Abu Handzalah.

Keduanya selama ini disebut menyebarkan propaganda IS dan merekrut para pasukan asing atau yang ingin bergabung dengan IS di Marawi melaui sel nya di asia Tenggara.

Dari Januari hingga Maret 2016 , Dr.Mahmud dilaporkan menerima setidaknya US$55 ribu dari suriah melaui Bahrumsyah di Timur Tengah. Uang itu lantas dikirim Mahmud melalui Western Union, perusahaan jasa keuangan Amerika Serikat, untuk jaringannya di Indonesia.

Bahrumsyah juga dilaporkan memerintahkan kurir lain untuk mengirimkan sejumlah dana dari Indonesia. Sementara itu, Pejabat keamanan Filipina mengatakan IS mungkin telah menyalurkan dana sebesar US$600 ribu kepada Mahmud. Keduanya juga dilaporkan menyelundupkan senjata melalui sumber-sumber mereka yang tergabung dalam empat kelompok militan di Asia Tenggara untuk membentuk wilayah IS di Asia Tenggara.


  KHILAFAH IBRAHIM IBNU AWWAD
Posted by: rashid - 10 hours ago - Forum: Daulah al Khilafah al Islamiyyah - No Replies

Terhitung semenjak bulan Maret hingga awal bulan April 2014, singa-singa tauhid yang tergabung dalam Daulah Islam Iraq Dan Syam (ISIS) berhasil memporak porandakan basis – basis kekuatan musuh-musuh Islam serta memenangi beberapa kali pertempuran dahsyat diberbagai daerah yang dahulu dikuasai pasukan Syiah rafidhah laknatullah Bassyar Assad dan para shahawat. Hanya satu kata saat melihat hal ini, mereka tak terhentikan!


Diantaranya ialah : Operasi serbu cepat yang dilakukan oleh Mujahidin ISIS ada Sabtu-Ahad (15/03/14) – (16/03/14) di Provinsi Salahuddin mencapai sejumlah target sasaran. Diantaranya, mujahidin ISIS mendirikan Pos Pemeriksaan di Jalan Watban Menuju Jalan Al-Khozaim, menangkap Sahwat dan membakar mobil miliknya. Di sepanjang jalan yang sama, mujahidin ISIS juga menyerang tentara Syiah Safawi dengan senjata berat dan senjata sedang.


Di jalan Baghdad Provinsi Salahuddin, Mujahidin ISIS meledakkan kendaraan tipe Salvador milik petugas Syiah Safawi, sehingga menewaskan dua petugas di dalamnya. Operasi di tempat terpisah, yakni Provinsi Salahuddin, Mujahidin ISIS berhasil meledakkan kendaraan tempur Hummer milik tentara Syiah Safawi di dekat Jembatan Hyundai – Baiji. Serangan terpisah dilakukan oleh mujahidin ISIS juga menargetkan rumah Kolonel Qais Rashid Farhan (Juru Bicara Dewan Provinsi Salahuddin), dua rumah rusak berat, dan menembak seorang Kapten urusan Internal, di Qasisidah Tikrit, dan menyebabkan korban terluka serius.


Setelah pertempuran dan baku tembak sengit tanpa henti antara pasukan Daulah Islam Iraq dan Syam melawan gerombolan pasukan rezim pemerintah Syiah Iraq di Provinsi Diyala, salah satu kota kecil bernama Bahrez akhirnya berhasil dikuasai penuh oleh Mujahidin, pada hari Jum’at (21/3/2014). Melalui akun media sosial dan berita resmi Daulah Islam wilayah Diyala, Mujahidin melaporkan telah berhasil memasuki kembali kota Bahrez dan mengambil alih semua kontrol atasnya dari tangan pasukan Syiah Iraq.


Serangan demi serangan dilakukan oleh perlawanan Ahlus Sunnah Irak yang dimotori oleh Daulah Islam Irak dan Syam. Media internasional melaporkan banyak rangkaian serangan dahsyat di Jumat penuh barokah (21/03/2014). Salah satunya adalah serangan di Baquba, yang menghantam kantor polisi. Puluhan prajurit Ahlus Sunnah yang bersenjata merangsek sebuah markas kepolisian di desa Injanah, sekitar 55 kilometer sebelah utara Baquba. Kemudian sebuah truk tangki yang sarat dengan bahan peledak menghantam bangunan tersebut. 12 orang tewas dalam serangan itu, termasuk petinggi polisi. Komandan Polisi Federal yang tewas dalam serangan truk tangki penuh bom itu adalah Brigadir Jendral Raghib Al-Umeiri. Seorang pembantunya juga tewas dalam serangan ini.


Selain di Provinsi Diyala, Kirkuk, dan Sholahuddin, Mujahidin Daulah Islam Iraq dan Syam menggelar operasi penyerangan dan pengepungan terhadap markas sekaligus fasilitas sumber ekonomi rezim pemerintah Syiah Iraq berupa kilang minyak di Provinsi Ninawa. Dalam rilis statemennya yang dipublikasikan pada, Jum’at (21/3/2014), Mujahidin menyerbu Markas Divisi Perminyakan Pasukan Isnad, rezim Pemerintah Iraq. Operasi tersebut berakhir sukses, Mujahidin memperoleh ghonimah peralatan perang, berupa kendaraan Hummer lapis baja, puluhan senapan berbagai ukuran dari sedang hingga berat, dan sejumlah peralatan teknisi lainnya.


Kantor berita resmi Daulah Islam Iraq dan Syam wilayah Raqqa juga melaporkan bahwa Mujahidin ISIS kembali berhasil menimpakan kerugian besar pada Milisi Komunis PKK dan YPG dalam penyerangan terbaru. Sebanyak 25 anggota komunis PKK dan YPG tewas, dan lebih dari 50 lainnya luka-luka berta sekaligus ringan dalam baku tembak di wilayah Muhawilah at Taslil, utara Provinsi Raqqa, hari Selasa (25/3/2014). Lebih dari 50 personil yang luka-luka itu kemudian ditarik mundur menuju koq Ras al Ayn di Provinsi Hasakah untuk menerima pengobatan, namun ditolak oleh pihak Rumah Sakit Nasional.


Operasi khusus juga dilancarkan oleh mujahidin ISIS wilayah Beiji Provinsi Salahuddin, Iraq dalam rangka menggentarkan musuh-musuh Allah SWT baik dari kalangan tentara kafir syiah safawi maupun kalangan murtadin sahwat pada Selasa (25/03/14). Operasi ini dimulai dengan aksi Syahid yang dilakukan oleh Abu Qosim At-Tunisi menargetkan kantor polisi Beiji, semoga Allah menerimanya sebagai amal shaleh dalam menghinakan polisi pemerintahan Syiah Safawi di Beiji, Salahuddin.


Dalam pertempuran melawan tentara kafir Syiah Safawi di Beiji, Salahuddin, mujahidin ISIS berhasil menembak mati 8 (delapan) orang tentara kafir syiah safawi. Selain itu, mujahidin ISIS menangkap seorang komandan murtadin sahwat wilayah Beiji, kemudian komandan tersebut dieksekusi mati. Operasi kali ini juga diikuti oleh Syeikh Abu ‘Abdurrahman Al-Kuwaiti.


Sumber-sumber keamanan dan kepolisian Provinsi Diyala, Iraq menyatakan bahwa markas besar salah satu Brigade Militer Angkatan Darat Iraq di wilayah timur Desa Qorotaba hancur setelah terkena ledakan bom. Dilaporkan oleh kantor berita Baghdad International, bahwa Mujahidin Daulah Islam Iraq dan Syam meledakkan markas tersebut dan menghujani seluruh personil militer di dalamnya dengan tembakan senapan ringan maupun berat. Serangan dilakukan pada hari Jum’at (28/3/2014), menargetkan Markas Besar Pasukan Angkatan Darat, Qorotoba, 117 km timur laut kota Baquba Diyala.


Mujahidin Daulah Islam Iraq dan Syam juga bergerak ke arah Timur dan Selatan untuk mendesak mundur pasukan Syiah Iraq dari provinsi tersebut kembali ke wilayah Baghdad. Media resmi Daulah Islam wilayah al Anbar mempublikasikan kemenangan berupa foto-foto dokumentasi penaklukan wilayah Zoba, yang terletak di sebelah tenggara kota Fallujah, pada hari Sabtu (29/3/2014). Aljazeera melaporkan setidaknya 44 pasukan Iraq dan Milisi Shohawat tewas terbunuh di tangan Mujahidin Daulah Islam dan Kabilah Suku Ahlus Sunnah al Anbar.


Hari Sabtu (30/03/2014) masih merupakan siklus mimpi buruk yang menjadi nyata bagi pemerintahan rezim boneka Irak dan pasukan-pasukannya. Pada hari ini, 16 orang tentara tewas dalam sejumlah operasi penyerangan di bagian utara dan barat negeri dua sungai. Di Ainul Jahash, sebelah utara Irak, pejuang bersenjata mengarahkan moncong bedilnya dan merangsek ke markas pasukan pemerintahan. Tujuh orang tewas dalam penyerangan ini. Di wilayah Anbar, yang kental nuansa perlawanan ala Daulah Islam Irak dan Syam (ISIS), sebuah bom mobil operasi istisyhad meledak pada kota Ramadi, tepatnya Distrik Al-Houze. Insiden ini menewaskan tujuh orang. Masih di seputaran Anbar, sembilan tentara tewas dalam baku tembak di sebuah desa dekat Fallujah. Baku tembak ini mengambil kejadian saat pagi buta di sebuah markas angkatan bersenjata.


Media resmi Daulah Islam Iraq dan Syam wilayah Syamil Baghdad melaporkan, telah berhasil mengahncurkan iring-iringan kendaraan Intelijen Iraq di pinggiran Utara ibukota Baghdad. Pada hari Ahad (30/3/2014), Mujahidin meledakkan mobil lapis baja Hummer musuh di wilayah Tarmiya, Syaikh Hamad, utara Baghdad. Dilaporkan Komandan Intelijen Iraq tewas, dan banyak dari pengawalnya luka-luka.


Mujahidin Daulah Islam Iraq dan Syam juga dikabarkan menyerbu sejumlah pos keamanan milik pasukan Nushairiyyah di wilayah Homs, Suriah. Media Daulah Islam wilayah Manbej, Syabkah Mabij al Islamiyah mengatakan pada Senin (31/3/2014), bahwa Mujahidin melancarkan serangan terhadap tiga pos checkpoint di utara Provinsi Homs. Lokasi tepatnya di sekitar daerah padang pasir Suriah, Badiyyah asy Sya’ar yang berbatasan dengan Provinsi Hama. Dalam penyerbuan tersebut, Mujahidin berhasil menewaskan sejumlah besar pasukan Nushairiyyah dan mendapatkan senjata rampasan perang berupa tiga buah Tank dan senapang mesin.


Sejumlah roket yang ditembakkan oleh Mujahidin Daulah Islam Iraq dan Syam juga menghantam Markas Besar Tentara Syiah Shofawiy Iraq di wilayah al Januub, Selasa (1/4/2014) dan dihari yang sama Mujahidin ISIS menghancurkan Setidaknya empat buah kendaraan militer lapis baja milik Tentara Syiah Iraq yang luluh lantak dihantam serangan roket Mujahidin Daulah Islam di Provinsi al Anbar.


Serangkaian operasi penyerangan juga menargetkan aparat keamanan Syiah Iraq di Provinsi Sholahuddin berhasil membumi hanguskan sejumlah kendaraan militer dan menewaskan puluhan musuh, pada hari Selasa (2/4/2014). Media resmi Daulah Islam Iraq dan Syam wilayah Shalahuddin merilis setidaknya tiga laporan penyerbuan tersebut.


Mujahidin Daulah Islam Iraq dan Syam juga mengepung dan membombardir markas besar Milisi Separatis dan Komunis PKK di wilayah Hasakah al Barakah hingga akhirnya berhasil menguasai serta mengambil alih markas tersebut. Melalui media resminya di wilayah tersebut, Jum’at (4/4/2014) dipublikasikan sejumlah foto dokumentasi bagaimana Mujahidin memberondong markas PKK dengan sejumlah senapan mesin berat, roket, hingga tembakan mortir.


Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia melaporkan baku tembak sengit antara pasukan Bashar Assad dengan Mujahidin Daulah Islam Iraq dan Syam terjadi di wilayah Timur Provinsi Hama pada hari Sabtu (5/4/2014). Tentara Bashar Assad didukung oleh kekuatan Angkatan Pertahanan Nasional (NDF) Suriah. Namun hasil akhir bentrokan dimenangkan oleh Daulah Islam, dengan keberhasilannya menguasai markas check point Tentara Nushairiyyah di dekat Desa al Sa’en.


Pada 08/04/2014 salah satu situs resmi faksi Mujahidin Chechnya di Suriah, Fisyria melaporkan beberapa hasil operasi penyerangan Daulah Islam Iraq dan Syam terhadap Milisi Komunis PKK di Provinsi Halab (Aleppo) dan Hasakah (Al Barakah) baru-baru ini. Disebutkan bahwa salah satu Mujahid Daulah Islam asal Jazirah Arab membawa satu buah mobil memuat tiga ton bahan peledak. Berhasil menghantam markas musuh di wilayah Tal Taraya, Aleppo dan membumi hanguskan 30 orang musuh.


Menginjak satu tahun usia Daulah Islam Iraq dan Syam pada Rabu (9/4/2014), juga peringatan jatuhnya Baghdad ke tangan Salibis Amerika pada tahun 2003, Mujahidin Daulah Islam menggelar operasi amaliyyah istisyhadiyyah terbesar menargetkan wilayah-wilayah mayoritas Syiah di Iraq. Sedikitnya 16 daerah jantung kehidupan Syiah di Iraq, dari pusat Baghdad ke Timur dan Tenggara dihantam oleh serangkaian serangan bom dalam sehari, merenggut jiwa puluhan Syiah dan melukai ratusan lainnya.


Mujahidin Daulah Islam Iraq dan Syam juga kembali melancarkan aksi militernya di wilayah pinggiran Utara Homs, baru-baru ini berhasil menyergap patroli militer Tentara Nushairiyyah. Media resmi Daulah Islam wilayah Homs melaporkan pada Kamis (10/4/2014), Mujahidin meledakkan bom improvisasi IED di jalan penghubung wilyah Homs dan wilayah Salamiyyeh di Provinsi Hama. Serangan tersebut sukses menghancurkan patroli musuh, dan menewaskan lima orang prajurit Syiah Nushairiyyah.


Setidaknya 40 personel militer rezim Bashar Assad tewas dalam penyerbuan Mujahidin Daulah Islam Iraq dan Syam terhadap Bandara Militer Kuwairys di Aleppo. Dilaporkan oleh Halab Today TV, Selasa (15/4/2014), tembakan roket Mujahidin tepat mengenai target meledakkan tanki bahan bakar Kerosene. Hasilnya 30 orang Tentara Nushairiyyah tewas seketika akibat ledakan besar dan dijilat kobaran api. Hingga kabar ini diturunkan, jumlah musuh yang terbunuh meningkat hingga 40 orang. Di hari yang sama Mujahidin Daulah Islam Iraq dan Syam dikabarkan telah menembak jatuh helikopter pasukan Syiah Iraq di distrik Rawah, Provinsi al Anbar. Sumber aktivis Iraq Now mengatakan pada Selasa (15/4/2014), sebanyak 17 pejabat militer tinggi Syiah Iraq tewas dalam peristiwa tersebut. Allahu Akbar!


Daulah Islam Iraq dan Syam (ISIS) juga menggempur tentara pemerintah syiah safawi di markas Al-Jassim, kota Ramadi, Provinsi Al-Anbar, Iraq pada Jum’at (18/04/14) waktu setempat. Menurut informasi yang dilansir oleh sejumlah media, sebanyak 5 kendaraan tempur jenis “Hummer” hancur ditangan mujahidin, dan sejumlah besar tentara yang berada di dalam markas Al-Jassim pun tewas. Namun,hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi mengenai kepastian jumlah korban yang tewas maupun yang luka. Masih menurut pernyataan yang disampaikan oleh sejumlah media, mujahidin ISIS kemudian berhasil menguasai dan mengontrol markas Al-Jassim. Mereka juga berhasil mendapatkan sejumlah ghonimah, seperti senjata tempur beserta amunisinya.


Sabtu pagi (19/4/2014) waktu Suriah, sebuah bom mobil meledak di pintu masuk sebelah barat kota Salamiyyah, di Provinsi Hama. Ledakan berhasil menghancurkan pos checkpoint Khadamat pasukan rezim Nushairiyyah Bashar Assad hingga luluh lantak dan tinggal puing-puingnya saja, menewaskan sejumlah personel Militer Suriah dan melukai lainnya. Pos tersebut berdekatan dengan markas Pasukan Pertahanan Suriah NDF.


Mujahidin Daulah Islam Iraq dan Syam wilayah Baghdad dilaporkan juga telah menyerbu Pusat Pendidikan dan Doktrin Syiah, bernama Universitas Imam al Kadzim pada hari Ahad (20/4/2014). Sumber Agence France Presse (AFP) mengatakan sebanyak 14 orang Syiah tewas dalam penyerangan tersebut. Penyerbuan sendiri dibuka dengan aksi amaliyyah isytisyhadiyyah salah seorang Mujahid Daulah Islam meledakkan pintu masuk kampus tersebut seperti yang dikatakan oleh salah seorang Kolonel Kepolisian Iraq.


Mujahidin Daulah juga melaksanakan dua operasi simultan di desa al Erjah dan Jiz’ah, yang terletak di timur kota, pada hari Senin (21/3/2014). Markas umum (koalisi) PKK dan Tentara Nizalah, para pengikut Hamidi al Daham di desa Jiz’ah dibombardir oleh Mujahidin dengan enam buah mortir kaliber besar. Dalam beberapa menit serangan, sebanyak 120 pasukan musuh berjatuhan, baik luka-luka maupun tewas.


Sebanyak lima orang perwira militer Bashar Assad dari berbagai peringkat jabatan tewas terbunuh setelah konvoi kendaraan yang mereka tumpangi disergap oleh Mujahidin Daulah Islam Iraq dan Syam di daerah padang pasir Provinsi Hama. Sejumlah aktivis, diantaranya Syrian Center News melaporkan, Mujahidin ISIS menyergap konvoi kendaraan pasukan Nushairiyyah di gurun Badiyyah Sya’ar pada hari Ahad (27/4/2014).


Mujahidin Daulah Islam Iraq dan Syam wilayah Sholahuddin, juga melaporkan telah menembakkan sejumlah roket jenis Grad menargetkan Markas Kepolisian Syiah Iraq. Melalui akun media sosial resminya di wilayah Sholahuddin pada hari Senin (28/4/2014), Mujahidin mengatakan bahwa tembakan roket tersebut sangat akurat dan tepat mencederai markas musuh di kota Samarra.


Mujahidin Daulah Islam Iraq dan Syam juga kembali menggelar operasi militer menumpas Tentara Nushairiyyah rezim Bashar Assad di wilayah Suriah Barat. Melalui media resminya di wilayah Homs, Mujahidin melaporkan pada hari Kamis (1/5/2014), sebanyak 13 orang Tentara Syiah Nushairiyyah tewas terbunuh setelah konvoi kendaraannya disergap oleh Mujahidin Daulah Islam.


Seorang Mujahid Muhajir Daulah Islam Iraq dan Syam asal Afrika Utara dikabarkan melancarkan sebuah serangan berani, dan sukses menewaskan puluhan Tentara Syiah Iraq di kota Ramadi, Jum’at (2/5/2014). Adalah Abu Ayyub al Maghribi, Mujahid asal Maroko menabrakkan mobil lapis baja Hummer yang memuat berton-ton bom dalam aksi amaliyyah isytisyhadiyyah terhadap gudang senjata Militer al Maliki.


Para Kestaria Ahlus Sunnah Daulah Islam Iraq dan Syam di wilayah Sholahuddin, baru-baru ini melancarkan serangkaian aksi penyerangan menargetkan Pasukan Reguler Syiah Iraq ISF bersamaan dengan Milisi Syiah Jaisy al Mahdi (baca: Jaisy Dajjal). Pada hari Sabtu (3/5/2014), ranjau improvisasi IED Mujahidin menghajar patroli polisi Rofidhoh di jalan menuju kota Samarra, Provinsi Sholahuddin. Sebanyak lima aparat keamanan Iraq tewas seketika.
Baku tembak dan pertempuran sengit antara Mujahidin Daulah Islam Iraq dan Syam melawan Tentara Nushairiyyah rezim Bashar Assad juga terus berlanjut di wilayah pegunungan di padang pasir Badiyyah asy Sya’ar. Observatorium Suriah untuk Hak asasi Manusia (SOHR), melaporkan pada hari Ahad (4/5/2014), sebanyak 40 tentara rezim tewas dan luka-luka.Statistik menyebutkan, 16 luka ringan dan berat.


Dan yang mencengangkan adalah saat mujahidin berhasil membebaskan provinsi Anbar, yakni didalamnya terdapat kota Fallujah dan Mosul.


Mujahidin Daulah Islam Iraq dan Syam berhasil menggagalkan upaya pasukan gabungan Syiah Iraq untuk menjajah kota Fallujah, Provinsi al Anbar, dan menghancurkan bala tentara mereka.
Radio pro Revolusi Iraq Hurr menuturkan, besarnya pasukan Syiah Iraq yang melibatkan gabungan pasukan dari lima lembaga pemerintah di Iraq tak mampu membuat kemajuan yang berarti dalam operasi militer di Fallujah tersebut. Pasukan gabungan Syiah Iraq terdiri dari lima kelompok, yakni pasukan Angkatan Darat, pasukan Dinas Anti Teror (CTS), pasukan Angkatan Udara Iraq, pasukan Kementrian Dalam Negeri, dan Milisi-milisi Shohawat Iraq.


Mujahidin Daulah Islam Iraq dan Syam beserta kabilah-kabilah suku Ahlus Sunnah al Anbar dalam kondisi kuat saat itu.


Di awal dimulainya operasi militer, Pasukan Syiah Iraq bergerak dari dua arah, Timur dan Utara, namun berhasil dihalau oleh Mujahidin.


Serangan pasukan Syiah Iraq kemudian diperbaharui dengan menempatkan front tempur mereka di Selatan, tepatnya wilayah al Nu’amiyyah, tak jauh dari bendungan air Fallujah. Akan tetapi juga berhasil dihalau oleh Mujahidin.


Namun dengan karunia dan izin Allah, Mujahidin Daulah Islam diberikan kemenangan gemilang dan kekalahan serta kehinaan di kubu musuh.


Banyak dari pihak pasukan Syiah Iraq yang terbunuh, dengan berbagai persenjataan modern mereka yang hancur lebur, sementara sisanya segera berlomba-lomba lari dari medan pertempuran menuju tempat aman.


Sebegitu takut dan khawatirnya, mereka mengira Mujahidin Daulah Islam akan mengejar dari belakang. Jembatan penghubung antar kota bahkan mereka ledakkan agar Mujahidin tak bisa melakukan pengejaran.


Alhasil, bebasnya kota Fallujah menjadi prestasi luar biasa bagi mujahidin ISIS, bahkan prestasi tersebut diikuti dengan ditaklukannya kota Mosul.


Kota Mosul, yang terletak di dekat Dijlah (Sungai Tigris) di bagian utara wilayah Ninawa Irak. Merupakan rumah bagi 1,8 juta orang. Kebanyakan dari mereka adalah Ahlus Sunnah. Mosul adalah kota bersejarah yang ditaklukkan pada masa Khilafah Umar bin Khatab – radiyallahuanh- dan ia saat ini merupakan kota terbesar kedua di Irak setelah Baghdad. Lokasinya terletak pada persimpangan yang menghubungkan Irak ke Suriah dan Turki. Mosul juga sangat penting bagi perekonomian, mengingat terdapat ladang dan kilang minyak, dan juga jalur pipa yang mengirimkan minyak ke Syam dan Turki. Banyak wilayah Irak yang bergantung pada Mosul untuk memasok listrik.


Pada senin ini, Daulah Islam Irak dan Syam membebaskan kota ini seluruhnya. Dengan operasi “masuk melalui pintu depan” berhasil membuat kota tersebut dibawah kontrol penuh Daulah Islam, dan membebaskan ratusan tawanan dari penjara Rafidhah. Ini merupakan perubahan strategi Daulah Islam, yang meninggalkan benteng-benteng mereka di gurun pasir, dan berpindah ke kota-kota. Semenjak jihad dimulai pada tahun 2003, Provinsi Anbar telah menjadi benteng mujahidin, dengan Fallujah sebagai pusat jihadnya.


Terlepas dari keuntungan memiliki basis yang kuat, Daulah Islam (ISIS) mengerti bahwa dengan hanya memiliki satu basis saja akan memudahkan musuh memfokuskan serangan mereka. Oleh karena itu, Daulah Islam memandang penting untuk meluaskan pusat kekuataannya dan melakukan operasi besar-besaran di sejumlah wilayah sebagai bentuk membuat bingung pasukan Rafidhah dan memecah belah pasukan mereka menjadi pasukan yang kecil-kecil dan secara rutin merebut kota dan desa mereka.


Daulah akan melanjutkan pemerintahan di daerah yang ditaklukkan dengan menerapkan syariat Islam, melayani penduduk dengan sejumlah aktivitas sosial, dan mendidik, merekrut, melatih, dan menghasilkan sebanyak-sebanyaknya kaum muslimin untuk turut berperan dalam mendirikan Kekhilafahan Islam.


Keberhasilan strategi tersebut mencapai puncaknya pada hari Senin setelah Pasukan Daulah Islam melancarkan operasi pembebasan Mosul. Setelah mendapatkan informasi dari unit intelijen Daulah Islam, yang mempelajari area kota Mosul. Rencana pengalihan pun dilakukan dengan menyerang dan merebut sebagian kota Samarra. Pengalihan ini berjalan sukses dan menarik perhatian pasukan Rafidhah, dan Daulah Islam dengan cepat mengambil keuntungan ini. Mujahidin bergerak bertempur ke Kota Mosul dan pasukan Rafidhah mulai meninggalkan pos-pos mereka dan kabur. Mujahidin memasuki Mosul melalui tempat yang berbeda, dan berkat rahmat Allah, kami berhasil mengambil alih seluruh markas mereka, termasuk markas Ghazlani dan Markas Operasional , Markas Divisi 2, Penjara Badush, serta markas brigade dan resimen lainnya. Lebih lanjut, ratusan tahanan termasuk diantaranya tahanan wanita dibebaskan. Alhamdulillah, Daulah Islam kini mengontrol penuh seluruh akses masuk ke kota Mosul.


Anggota parlemen Thagut, Osama Al Nujaifi mengkritik tentara Irak yang meninggalkan pos-posnya, dan menyebutnya sebagai “melalaikan kewajiban”, ironisnya saudaranya sendiri Atheel Al Nujaifi, gubernur Provinsi Ninawa, justru ikut melalaikan tugas menyelamatkan nyawanya dari Daulah Islam. Bahkan lebih memalukan, karena ia sebelumnya meminta rakyat Mosul untuk ikut mempertahankan kota, beberapa jam sebelum ia berkemas dan kabur.


Dengan pembebasan Mosul, Daulah Islam kini sekali lagi mengkontrol wilayah yang penuh populasi, seperti Raqqa di Syam. Dan Daulah Islam terus memperhatikan kebutuhan masyarakat dan membuat keduanya (Raqqa dan Mosul) stabil dalam melawan kedua rezim yang didukung Iran (Suriah dan Irak), menghancurkan kedua sahwat (di Irak dan Suriah) yang disupport Amerika, dan waspada terhadap orang-orang Kurdistan, yakni Peshmerga dan PKK yang ada di Irak dan Suriah.


Pemerintahan Rafidhah kini sedang berusaha bangkit kembali, dimana Al Maliki menyatakan Irak dalam keadaan darurat dan Osama Al Nujaifi mengemis bantuan kepada Amerika dan Kurdistan. Kemenangan ini diikuti dengan dibebaskanya kota Tikrit, ibukota provinsi Salahuddin. Tentara Safawi dan politikus disana kabur, dengan menanggalkan seragam mereka dan meninggalkan markas-markas mereka.


Dalam pidato yang berjudul “Kemenangan ini adalah dari Allah”, mujahid Syaikh Abu Muhammad Al Adnani As Shami – Juru Bicara Daulah Islam – meminta para tentara Daulah untuk bergerak menuju Baghdad, dan terus maju hingga ke Najaf dan Karbala. Ia juga memuji komandan militer Daulah yang menyusun strategi di balik kemenangan akhir-akhir ini yakni Abu Abdir Rahman Al Bilawi. Beliau mendapatkan syahada sesaat sebelum ditaklukkannya Mosul.


Pelajaran penting yang disampaikan oleh Syaikh adalah agar para mujahidin tetap merendahkan diri dan bersyukur kepada Allah atas kemenangan ini, karena kesombongan akan membuat kemenangan ditarik kembali.


Melalui saluran resmi media Daulah Islam, Yayasan Al-Furqon, Khilafah Islamiyah yang menjadi dambaan umat Islam seluruh dunia hampir 100 tahun (sejak keruntuhannya pada 3 Maret 1924) dideklarasikan di awal bulan yang penuh barokah, 1 Ramadhan 1435 Hijriyyah atau bertepatan dengan tanggal 29 Juni 2014. Juru Bicara ISIS, yakni Syaikh Muhammad Al Adnani menyampaikan bahwa ISIS dibubarkan, dan dibentuklah sebuah negara yang islami yakni sebuah Kekhilafahan. Kekhilafahan tersebut dinamakan sebagai Kekhilafahan Ibrahim Ibnu Awwad, yakni merupakan nama asli dari Syaikh Abu Bakar Al Baghdadi.


Al Adnani mengatakan bahwa ISIS telah memenuhi seluruh syarat-syarat sebuah khilafah yang telah disebutkan oleh para ulama, dan beliau telah dibai’at di Iraq oleh Ahlul Halli wal ‘Aqdi di Daulah Islamiyyah sebagai pengganti bagi Abu Umar Al Baghdadiy rahimahullah, dan kekuasaannya telah meluas ke wilayah-wilayah yang luas di Iraq dan Syam, dan sesungguhnya rakyat telah tunduk kepada perintah dan kekuasaannya dari Halb sampai Diyala.


Benar apa yang dikatakan Dewan Syariah Daulah Islam Di Iraq Dan Syam, sesungguhnya hal dari Islam yang sangat ditakuti dan dikhawatirkan oleh orang-orang kafir Barat bukan sholat ataupun puasa, akan tetapi yang mereka takutkan dari Islam adalah penerapan syariat Islam secara kaffah (sempurna) karena mereka faham berul bahwasanya penerapan syariat Islam secara kaffah itu akan menumbangkan kekuasaan mereka sehingga menjadi kekuasaan hanya milik Allah semata.


Dengan suara yang tegas, tenang, dan berwibawa, juru bicara Khilafah Islam, Syekh Mujahid Abu Muhammad Al Al-Adnany mengawali pembacaan deklarasi (setelah salam dan sholawat) dengan mengutip firman Allah SWT., dalam Al-Qur’an Surat An-Nur ayat 55 yang menjelaskan tentang Tamkin Dan Istikhlaf dan Amn, atau kekuasaan dan kemenangan, serta keamanan yang merupakan janji dari Allah SWT kepada kaum Muslimin.


“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal-amal yang sholeh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa.”


Ketika Daulah Islam Di Iraq Dan Syam mendeklarasikan lahir dan tegaknya Khilafah, maka Amerika dan sekutu-sekutunya menjadi lebih takut dari sebelumnya. Dan kini, setelah Daulah berkembang eksistensinya dan atas idzin Allah SWT., berhasil membebaskan (futuhat) kota-kota utama di Iraq, seperti Tikrit, Ramadi, dan Mosul, maka semakin gemetaranlah seluruh musuh-musuh Allah dan orang-orang yang ada penyakit di hatinya. Sekali lagi, yang paling mereka takutkan adalah berlakunya seluruh hukum-hukum Allah SWT., di muka bumi ini melalui tangan-tangan Mujahidin Khilafah dan di bawah pengawasan dan kendali Amirul Mu’minin, Syekh Abu Bakar Al-Baghdady.


Komandan Sektor Utara Daulah, Syekh Umar Al-Syisani-hafizahullah-pernah menyatakan alasan utama yang membuat beliau bergabung dengan Daulah Islam, yakni beliau berkata : “Mereka-Insya Allah-memiliki proyek yang nyata dan paling berhasil dalam membangun Negara, Pun aku tidak berjihad agar aku memiliki kewenangan memerintah atau membesarkan nama diri sendiri ataupun brigade yang aku dirikan. Tapi aku bekerja untuk menerapkan syariat Allah di muka bumi, dan mengembalikan Khilafah Islam. Aku menyaksikan bahwa Daulah Islam memiliki proyek yang efektif untuk mendirikan Daulah Islam di atas manhaj Nubuwwah, yang mana itu konsisten dengan harapanku.”


Dan pada Jum’at 4 Juli 2014 bertepatan dengan tanggal 6 Ramadhan 1435 Hijriyyah, memperlihatkan jati dirinya, memberikan khutbah Jum’at di Masjid Agung Al-Kabir, di kota Mosul.
Kehadiran Amirul Mu’minin yang memperlihatkan wajahnya secara utuh menjawab seluruh keraguan, syak, dan kedengkian orang-orang yang masih belum bisa menerima Khilafah Islamiyah yang baru saja di deklarasikan karena beralasan bahwa Sang Imam, Amirul Mu’imin, majhul, tidak diketahui siapa orangnya dan wajahnya seperti apa.


Dirilis resmi oleh media Khilafah Islamiyah, Al-Furqon, Syekh Abu Bakar Al-Baghdady tampil secara utuh dalam khutbah Jum’at pertama dan bersejarah tersebut. Mengenakan jubah dan surban hitam, dengan janggut lebat hitam, menambah kegagahan dan kewibawaan Amirul Mu’minin dengan wajah yang memancarkan keteduhan hati dan ketawadhuan.


Beliau meminta kepada umat muslim agar mentaatinya selama ia berada diatas kebenaran, dan jangan takut untuk menasehatinya jika dirinya melakukan kesalahan. Subhanallah.
Itulah sejarah dan perkembangan Kekhalifahan Ibrahim Ibnu Awwad, sungguh dari kelahirannya dan pertumbuhannya, para mujahid Khilafah telah menunjukkan bersihnya manhaj, dan jelasnya bendera. Tidak rela bercampur baur dan menegosiasikan kekufuran, bahkan tidak memberikan sedikitpun toleransi kepada kemunafikan.


Dan sungguh kami telah bersama mereka sejak mereka masih ‘kecil’ pada tahun 2006, bahkan ada yang dari kami lebih jauh dari pada itu.


Kami tak pernah merubah pendirian kami selama ini, dan tetap mendukung mereka, baik dalam keadaan senang maupun susah. Mereka bukanlah ‘anak kemaren sore’, tetapi justru itu adalah kalian (yang mengatakan demikian) karena keterlambatan kalian mengenal dunia mujahidin.
Dan sungguh aqidah dan manhaj mereka tetaplah sama, dan fitnah serta celaan kepada mereka pun tetaplah sama. Kami adalah saksi hidup atas mereka, dan mereka pun masih hidup untuk menyaksikan fitnah itu terulang.


Maka inilah catatan sejarah tentang mereka, maka catatlah apa yang akan mereka lakukan kelak. Karena sungguh, tidak ada yang pantas mendapatkan berkah ini, kecuali oleh mereka yang tulus mengorbankan nyawa dan darah mereka untuk Allah.


Sesungguhnya kemuliaan hanya milik Allah, Rasulnya, dan orang-orang beriman, namun orang kafir tidak mengetahuinya!


Allahu Akbar!
WALLAHU A'LAM.

Oleh: Ustaz Abu Yusuf


  Hendak Meliput, Wartawan TvOne Diusir Kapal Asing Dari Reklamasi Teluk Jakarta
Posted by: Muhammad Abdussalam - Today, 07:52 AM - Forum: Baca Koran Pake Perasaan - No Replies

[Image: reporter.jpg]

Pimpinan Redaksi TvOne, Karni Ilyas mengadukan insiden yang menimpa salah seorang wartawannya yang hendak melakukan peliputan di wilayah reklamasi Teluk Jakarta. Hal tersebut ia sampaikan kepada salah satu anggota DPRD DKI Jakarta, Bestari Barus saat menjadi narasumber di acara Indonesian Lawyers Club (ILC) yang berjudul "Proyek Pulau Reklamasi, Tak Terbendung?" yang tayang pada malam selasa kemarin.

Bang Karni menjelaskan bahwa, wartawannya tersebut adalah seorang perempuan dan memang ditugaskan untuk melakukan peliputan di kawasan reklamasi Teluk Jakarta pasca Menkopolhukam, Luhut B. Panjaitan mencabut monatorium reklamasi. orang yang melakukan penghadangan dan pengusiran terhadap wartawan TvOne tersebut adalah petugas keamanan dari perusahaan yang memenangkan tender proyek reklamasi.

"Kami tak habis pikir, petugas tersebut juga melakukan pengejaran dengan speedboat yang dilengkapi dengan sirine, tentu saja itu menandakan bahwa tidak ada yang bisa mendekat di kawasan reklamasi. Padahal itu masih wilayah NKRI, lanjutnya"

Bestari Barus pun mengaku tidak tahu mengenai patroli rutin yang dilakukan oleh pihak kemanan di sana. Dia juga sangat menyesalkan kejadian tersebut dan akan meninjau langsung di lapangan, tegasnya. Dan ternyata kejadian tersebut juga pernah menimpa Direktur Sanksi Administrasi dan Penegakan Hukum pada Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rosa Vivien Ratnawati saat hendak menginspeksi proyek reklamasi Pulau G.

Beberapa kejadian diatas adalah hal yang tidak seharusnya tidak terjadi, apalagi yang melakukan pengusiran adalah pihak kemanan dari perusahaan pemenang tender yang pemiliknya bukan dari Pribumi. 


  Video Salibis Mengebom Kora Raqqah - Suriah
Posted by: muhalhal - Today, 06:14 AM - Forum: Daulah al Khilafah al Islamiyyah - No Replies

kebusukan kuffar Koalisi Internasional yang di pimpin oleh Salibis Amerika dan Murtaddin Alu Salul Saudi Saat Pesawat mereka mengebom kota Raqqah - Suriah.
 
Berikut video nya : 




  Tentara Filipina Kesulitan Tembus Pertahanan Terakhir IS
Posted by: mbeki - Today, 06:11 AM - Forum: Daulah al Khilafah al Islamiyyah - No Replies

AFC (alfath channel) MANILA - Sudah enam kali pemerintah  Filipina menetapkan tenggat untuk mengambil alih Kota Marawi dari tangan IS. Enam kali itu pula mereka gagal memenuhi target tersebut.

Termasuk yang terakhir, yaitu menyelesaikan perang di ibu kota Provinsi Lanao del Sur itu pada pertengahan Oktober kemarin (15/10).

Pertempuran sengit masih terjadi di beberapa titik. ”Kami berharap bisa segera menyelesaikan serangan di Marawi,’’ ujar Kolonel Romeo Brawner yang menjabat wakil komandan pasukan gabungan di Marawi.

Kemarin, jet tempur FA-50 membombardir militan dari udara. Sementara itu, di darat, militer Filipina (AFP) menyerang dari rumah ke rumah. IS masih menguasai sekitar wilayah Marawi.

IS yang di klaim PEMERINTAH Fhilifina dipojokkan ke sekitar Danau Lanao masih memberikan perlawanan sengit. Pada Sabtu (14/10), 20 tentara Filipina tewas dalam pertempuran tersebut.

Brawner mengungkapkan, masih ada sekitar ratusan anggota IS yang bertempur di Marawi.

Selain itu, di wilayah yang dikuasai IS terdapat sekitar seratus warga sipil. Baik tawanan maupun anggota keluarga para IS tersebut.

Dia menambahkan, para tawanan menjadi prioritas untuk diselamatkan. Setelah IS mengambil alih Kota Marawi pada 23 Mei lalu, lebih dari seribu orang tewas.

Perinciannya, 500 militan, 400 polisi Filipina maupun AFP, dan 47 warga sipil.


  JABHAH NUSRAH (JN) DAN ISIS
Posted by: ubaid - Today, 06:08 AM - Forum: Daulah al Khilafah al Islamiyyah - No Replies

Arab Spring, adalah sebuah revolusi yang menular di negara-negara Arab. Rakyat beramai-ramai turun ke jalan menuntut pergantian rezim yang rata-rata telah berkuasa selama 25-30 tahun. Sebagian dari revolusi tersebut gagal, namun sebagian lagi berhasil menjatuhkan raja-raja diktator yakni Ben Ali, Muammar Qadaffi, dan Hosni Mubarak.


Disaat sebagian besar revolusi di berbagai negara mulai mereda, hanya Suriah yang masih menyala. Bashar Al Assad lebih memilih membunuh rakyatnya sendiri daripada harus lengser dari kekuasaan. Kedzaliman dan pembantaian terjadi di mana-mana sedangkan dunia dan pemimpin Islam hanya bisa mengecam. Rakyat Suriah pun berteriak meminta pertolongan kepada kaum muslimin.


Maka Amirul Mukminin Daulah Islam Iraq, Syaikh Abu Bakar Al Baghdadi tidak memiliki pilihan lain kecuali mengirimkan tentaranya ke Suriah. Karena Daulah Islam Iraq memiliki kemampuan, persenjataan, dan tentara untuk bergerak kesana, maka wajiblah atas Daulah membela mereka yang tertindas.


Ini juga merupakan realisasi dari cita-cita Abu Mus’ab Az Zarqawi, dimana ia menginginkan suatu pasukan yang dapat “diekspor” untuk membantu kaum muslimin. Maka inilah Daulah Islam Iraq pada hari itu mewujudkan kenyataan tersebut.


Sebagaimana yang disampaikan oleh Abu Usamah Al Iraqiy, salah seorang tentara Daulah Islam Iraq, bahwa Syaikh Abu Bakar Al Baghdadi mulai membentuk unit khusus yang akan dikirim ke Suriah.


Beliau menyisihkan sebagian dari tentaranya, dan mengangkat seorang pemimpin atas mereka. Syaikh Abu Bakar Al Baghdadi menginginkan seseorang yang pantas untuk beliau kirim ke Syam yang memenuhi beberapa kriteria, di antaranya dia itu asli Syam dan mengetahui tabi’at kaum muslimin di sana serta kriteria lainnya.


Salah seorang syaikh, memberikan usulan kepada Abu Bakar Al Baghdadi agar menjadikan Abu Muhammad Al Jaulani sebagai pemimpin pasukan di Suriah. Syaikh tersebut berani merekomendasikan hal tersebut setelah bertemu dan mendidiknya di sebuah penjara di Iraq.
Abu Muhammad Al Jaulani pernah dinominasikan oleh Syaikh tersebut sebagai Juru Bicara Daulah Islam Iraq, namun jabatan itu jatuh kepada Abu Muhammad Al Adnani. Dan Al Jaulani pun akhirnya ditugaskan di sebuah Divisi Keamanan Daulah Iraq provinsi Nainawa sebagai salah satu penasehat.


Abu Bakar Al Baghdadi lalu meminta agar dipertemukan langsung dengan Al Jaulani, dan Syaikh Al Baghdadiy mendapatkan Al Jaulaniy sebagai orang yang baik untuk beliau utus dalam rangka tugas ini dan telah selesai penetapan politik umum untuk jama’ah yang mana Al Jaulaniy akan bekerja di dalamnya dan selesai pula penjelasan beberapa point penting baginya.
Di antara pesan dan syarat terpenting yang disampaikan oleh Abu Bakar Al Baghdadi kepada Al Jaulaniy adalah peleburan sayap Daulah di Syam (yakni Jabhah Nushrah) bersama Daulah Islam Iraq atau pembubaran jama’ah tersebut jika diminta.


Al Jaulani menyetujui syarat-syarat tersebut lalu memperbaharui bai’atnya kepada syaikh Al Baghdadiy secara langsung untuk assam’u wath thaa’ah dalam kondisi giat dan malas sebelum ia dikirim ke Syam bersama para mujahidin pilihan dari Daulah Islam Iraq.
Setelah pembai’atan tersebut, Abu Bakar Al Baghdadi membagi harta Daulah di Baitul Mal dan membaginya kepada pasukan baru tersebut (yaitu Jabhah Nushrah), dan juga dilakukan pembagian persenjataan dan perlengkapan yang ada di batalion-batalion Daulah, bahkan batalion-batalion Daulah menderita kekurangan senjata dan perlengkapan akibat pengiriman sebagian persenjataan dan perlengkapannya ke Syam.


Abu Bakar Al Baghdadi menyampaikan terkait hal ini, “Ketika kondisi kaum muslimin di negeri Syam telah sampai pada keadaan penumpahan darah, penodaan kehormatan (oleh rezim Nushairiyah Suriah), penduduk Syam meminta bantuan mereka sementara masyarakat internasional berlepas diri dari mereka, maka tiada pilihan bagi kami kecuali bangkit untuk menolong mereka.


Maka kami mengutus (Abu Muhammad) Al-Jaulani (untuk memimpin Jabhah Nushrah), dan dia adalah salah seorang tentara kami dan bersamanya sejumlah orang dari putra-putra kami. Kami berangkatkan mereka dari Irak menuju Syam untuk bertemu dengan sel-sel jihad kami di negeri Syam.


Kami merumuskan bagi mereka perencanaan-perencanaan dan kami tetapkan untuk mereka pengendalian operasi (siyasat al-’amal), dan kami biayai mereka dari baitul mal kaum muslimin (Daulah Islam Irak) setiap setengah bulan sekali, dan kami dukung mereka dengan personil-personil yang telah matang di medan-medan jihad dari kalangan muhajirin dan anshar.”


Dan setelah pengorbanan darah dan peperangan serta kemajuan di atas lapangan, maka Allah memberikan kemenangan bagi Jabhah Nushrah di Syam dan Allah memberikan bagi mereka tamkin di bumi Syam dan di dalam hati manusia serta naiklah popularitas mereka.
Setelah kemenangan besar yang diraih Jabhah Nushrah. Daulah Islam Iraq meminta perlengkapan-perlengkapan peledak, seperti detonator dan meminta istisyhadiyyin dan meminta bahan-bahan peledak serta yang lainnya dari Al Jaulaniy. Sebab kekurangan bahan-bahan ini di Iraq adalah karena dahsyatnya peperangan terhadap kaum murtaddin dan Rafidhah, sedangkan kebutuhan mujahidin kepadanya sangat besar, sehingga mereka meminta bantuan Syam untuk menutupi kekurangan ini.


Akan tetapi permintaan-permintaan mujahidin di Iraq ini tidak dipenuhi oleh Al Jaulaniy, kecuali setelah pengiriman surat berkali-kali dan tekanan agar ia mengirimkan sedikit saja dan dengan kereta api. Al Jaulani juga menolak instruksi Daulah Islam agar menyerang target tertentu.
Para petinggi Daulah Islam Iraq berprasangka baik bahwa Al Jaulaniy mungkin sedang disibukkan dengan peperangannya melawan tentara Bashar Al Assad. Namun tak lama berselang, sampailah surat-surat dari utusan-utusan Daulah di Syam yang menjelaskan bahwa Al Jaulaniy mulai berupaya membentuk sebuah Imarah lewat tindakan-tindakannya dan ucapan-ucapannya. Di mana ia sering sekali mendengung-dengungkan bahwa ia tidak ingin mengulangi politik Daulah Islam Iraq, kekeliruan-kekeliruan Daulah, tindakannya, metodenya dan ini dan itu. (Ingat, berita ini disampaikan pada tahun 2012, dan kini terbukti. ed-)
Sikap ini yang mengusik kecurigaan utusan-utusan Daulah di Syam, akan tetapi Qiyadah (petinggi) Daulah Islam Iraq mengabaikan hal ini dan mereka mencarikan udzur bagi Al Jaulaniy dengan sebab tanggung jawab yang dibebankan ke atas pundaknya, padahal surat-surat itu terus berdatangan.


Suatu hari datanglah amir suatu jama’ah jihadiyyah yang berada di salah tsughur kaum muslimin yang besar, dan dia menemui Al Jaulaniy dan terus dia menjelaskan tujuannya bahwa dia itu ingin berbai’at. Maka Al Jaulaniy menyodorkan kepadanya tiga pilihan: (1). Membai’at Al Jaulaniy sendiri, atau (2) Membai’at syaikh Aiman Adh Dhawahiriy, atau (3) Membai’at syaikh Abu Bakar Al Baghdadiy!


Maka syaikh itu (amir jama’ah tadi) meminta bertemu dengan Syaikh Abu Bakar Al Baghdadiy dan dia-pun datang ke Iraq untuk menjumpai Syaikh Al Baghdadiy, dan setelah berjumpa dengan para komandan di Daulah dan bertemu dengan Abu Bakar Al Baghdadiy serta menyatakan bai’atnya, maka dia berbicara tentang apa yang terjadi di Syam sebelum dia sampai (di Iraq). Yakni pernyataan aneh Al Jaulani.


Saat itulah para pimpinan Daulah Islam Iraq mengetahui bahwa Al Jaulaniy berupaya memisahkan diri dari Daulah. Qiyadah Daulah dan Majlis Syura Daulah melakukan itjima’, dan memanggil Al Jaulaniy untuk berbicara dengannya seputar apa yang terjadi.


Sebelum berangkat ke Iraq, Al Jaulani diketahui berbicara kepada orang-orang kepercayaannya, bahwa seandainya dia terbunuh maka itu adalah perbuatan Daulah Islam Iraq. Sebagian orang menasehatinya atas ucapannya itu dan mereka berkata kepadanya: Seandainya kamu terbunuh oleh tangan Nushairiyyah atau Rafidhah di tengah perjalananmu, maka ucapanmu ini akan menimbulkan fitnah besar.


Al Jaulaniy-pun berangkat untuk menemui Syaikh Al Baghdadiy dan para petinggi Daulah. Saat bertemu, Al Jaulaniy mengakui sebagian kesalahan dan tidak mengakui sebagian yang lainnya dan ia berjanji untuk memperbaiki kesalahan apapun yang berkaitan dengan politik, Imarah dan ucapan yang pernah muncul darinya serta hal lainnya.


Dan ia pun kembali ke Syam, namun keadaannya tetap seperti sebelumnya dan tidak ada perubahan, serta surat-surat utusan-utusan Daulah juga terus berdatangan menjelaskan seputar apa yang sedang terjadi, maka Daulah Islam Iraq pada akhirnya yakin bahwa Al Jaulaniy sedang berupaya untuk tujuan tertentu, maka Daulah Islam Iraq melakukan langkah terakhir yaitu mengirim Syaikh yang dahulu merekomendasikan Al Jaulaniy kepada Syaikh Abu Bakar Al Baghdadi sebagai pemimpin Jabhat Al Nusra, maka Daulah mengutusnya untuk menemui Al Jaulaniy dalam rangka menyelesaikan masalah dengan cara yang lebih baik.


Kemudian setelah syaikh itu kembali ke Irak setelah menemui Al Jaulaniy. Ia menyampaikan bahwa Al Jaulaniy telah final dalam memutuskan akan mendirikan Imarah sendiri, dan ia mengukuhkan kepemimpinannya terhadap urusan jama’ah-nya (maksudnya, Daulah Islam tidak boleh ikut campur, ed-).


Terkait keinginan Al Jaulani tersebut, maka Daulah Islam pun memutuskan agar segera mendeklarasikan pelebaran wilayah Daulah ke Syam, dan menghapus Jabhat An Nusra secara terang-terangan dan meleburnya ke dalam Daulah yang dinamakan Daulah Islam Iraq dan Sham (ISIS).


Maka pada tanggal 9 April 2013, ISIS pun dideklarasikan! Dalam pengumumannya Syaikh Abu Bakar Al Baghdadi berkata “Pada saat itu kami tidak mengumumkan (identitas asli Jabhat An Nusra adalah kami) karena faktor-faktor keamanan, dan agar rakyat bisa melihat hakekat dari Daulah (Islam Irak), hakekat sebenarnya yang jauh dari pencitraan buruk dan kebohongan oleh media massa.


Kini telah tiba saatnya kami mengumumkan kepada penduduk negeri Syam dan seluruh masyarakat dunia bahwa Jabhah Nushrah tidak lain hanyalah perpanjangan dari Daulah Islam Irak dan bagian darinya.


Kami telah membulatkan tekad, setelah beristikharah kepada Allah Ta’ala dan bermusyawarah dengan orang-orang yang kami percayai agama dan kebijaksanaan mereka, untuk terus melanjutkan perjalanan menanjak jama’ah ini, dan tidak mempedulikan apapun celaan yang akan ditujukan kepada kami, karena sesungguhnya ridha Allah di atas segala-galanya, apapun yang akan menimpa kami karena hal itu.


Maka dengan ini kami meniadakan nama Daulah Islam Irak dan meniadakan nama Jabhah Nushrah, dan kami menggabungkan keduanya dalam satu nama baru: Daulah Islam di Irak dan Syam. Demikian pula kami mengumumkan penyatuan bendera, bendera Daulah Islam, bendera Khilafah Islamiyah, insya Allah.”


Setelah mendengar pengumuman tersebut, pasukan Daulah Islam Iraq yang sebelumnya bersama Jabhat An Nusra, lalu berbondong-bondong menggabungan diri ke ISIS. Adapun Al Jaulani tidak berani mengingkari pernyataan Syaikh Abu Bakar Al Baghdadi tersebut, dan hanya mengeluh bahwa pengumuman ini tidak dikonsultasikan terlebih dahulu kepadanya.


Al Jaulani lalu menyatakan bahwa kelompoknya memisahkan diri dari ISIS, membatalkan bai’atnya, dan menyatakan bai’atnya kepada Syaikh Ayman Ad Dzawahiri, amir Al Qaeda. Maka berpisahlah pada hari itu mujahidin-mujahidin Iraq pendiri Jabhat An Nusra, dan tidak tersisa di Jabhat An Nusra kecuali ikhwah-ikhwah yang berhasil direkrut oleh Al Jaulani di Suriah. Kejadian seperti ini bukanlah yang pertama kali bagi Daulah Islam, melainkan yang kedua kalinya. Adalah Abu Ishaq Al Iraqi, salah seorang mujahidin Daulah Islam Iraq yang pernah melakukan hal yang sama lalu berbai’at kepada Al Qaeda. Insyallah akan dikupas di bagian lain halaman ini.


Deklarasi ini mengejutkan banyak orang, dan banyak yang mengatakan bahwa deklarasi ini terburu buru, keliru dan berbahaya bagi proyek Jihad di Suriah dan bahwasannya pengumuman ini datang pada waktu yang tidak tepat. Memang benar jika dinyatakan bahwa deklarasi ini terburu-buru, karena deklarasi ini dipicu oleh Al Jaulani yang tanpa diduga ternyata berusaha membuat Imarah baru, sehingga Daulah Islam Irak menyegerakan deklarasi ini.


Bagaimana mungkin Daulah Islam Irak tidak ‘panik’, sedangkan Al Jaulani berusaha memisahkan para mujahidin Daulah yang dikirim bersamanya ke Suriah dari Daulah Islam Irak. Sedangkan Daulah Islam Irak itu sejak awal berdirinya berusaha mempersatukan para mujahidin di bawah naungannya. Apakah mungkin Daulah Islam Irak sengaja sejak awal menciptakan, membiayai dan menginginkan sebuah faksi jihad atau Imarah baru yang berlepas darinya?


Terlepas dari tepat atau tidak tepatnya waktu pendeklarasian, qadarullah hari demi hari jusru memperlihatkan bahwa ini merupakan strategi yang brilian.


1. Pertama, deklarasi ISIS ini berhasil menahan terpecah belahnya Daulah Islam Irak menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil oleh Al Jaulani.


2. Kedua, deklarasi ISIS ini berhasil mematikan mimpi Amerika dan Arab Saudi yang menginginkan sebuah model negara kerajaan Islam untuk Suriah, namun tetap tunduk pada Amerika dan bersahabat dengan Arab Saudi.


3. Ketiga, deklarasi ISIS ini berhasil menjadi furqan bagi kaum muslimin. Dimana kaum muslimin bingung membedakan antara brigade-brigade dan faksi-faksi yang benar-benar memperjuangkan Islam, dengan mereka yang memperjuangkan sebuah negara demokrasi.
Deklarasi ini juga menyingkap faksi-faksi dan brigade-brigade mana yang berhubungan dengan Amerika, dan faksi serta brigade mana yang berhubungan dengan Arab Saudi. Ya! Arab Saudi dan kerajaan-kerajaan di Jazirah Arab adalah musuh para mujahidin, dan ini sudah diketahui oleh masyarakat luas sejak belasan tahun yang lalu, kecuali oleh mereka yang baru-baru ini kenal dengan dunia mujahidin.


4. Keempat, deklarasi ISIS ini berhasil menjadi tembok bagi munafikin, dimana jika ia jujur ingin mendirikan pemerintahan yang menerapkan syariat islam dan mempersatukan kaum muslimin. Maka inilah ISIS, sebuah hal yang diinginkannya, dan tidak mungkin akan diperanginya.


5. Kelima, deklarasi ISIS ini berhasil menghancurkan perjanjian Sykes Pycot, dimana mujahidin menolak mengakui batas negara antara Iraq dan Suriah.

Tidak diakuinya perjanjian Sykes Pycot oleh ISIS ini, layaknya penghancuran tembok Berlin, dimana Jerman saat itu dipisah menjadi dua wilayah dengan tembok oleh Amerika dan Rusia. Sedangkan pemisahan wilayah Irak dan Suriah lebih parah, yang sebagian besar hanya dipisahkan oleh gundukkan pasir yang tingginya tak lebih tinggi dari tingginya tanah kuburan.


Perjuangan terus berlanjut, satu demi satu kota di Suriah dibebaskan oleh ISIS, keteguhan dan kegigihan ISIS di garis depan membuat kagum berbagai faksi jihad yang lain. Perhatian ISIS terhadap rakyat suriah menjadi alasan bagi rakyat suriah untuk hijrah ke wilayah ISIS.
Dan akhirnya hampir setiap bulan kita mendapatkan berita mengenai bergabungnya berbagai kelompok-kelompok jihad ke dalam naungan Daulah Islam Irak dan Syam (ISIS) ini. Dan tidak sedikit para kabilah-kabilah yang membai’at Syaikh Abu Bakar Al Baghdadi sebagai Amirul Mukminin Daulah Islam Irak dan Syam.


Dikarenakan begitu banyaknya rakyat di Suriah yang hijrah ke wilayah Daulah bagian Suriah. ISIS lalu membuka kantor perwakilan Daulah di kota Raqqa. Membangun madrasah, pengadilan, menerapkan syariat islam, menetapkan jizyah, mengambil zakat dan memberikan keamanan kepada rakyat dari gangguan Shabiha (pembunuh bayaran Bashar Al Assad) dan preman-preman lokal.


Rakyat kota Raqqa pun patuh dan tunduk, mereka melaksanakan sholat berjamaah tepat waktu, para wanitanya tidak ada satupun yang menampakkan aurat di tempat umum. Plat mobil pun diganti dengan lambang Daulah Islam. Listrik, air, makanan dan minyak atas izin Allah tetap melimpah. Disepanjang jalan dipenuhi baliho tentang islam. Sebuah kemajuan yang sangat dahsyat, yang membuat musuh-musuh islam geram.


Setelah dunia gempar melihat perkembangan ISIS tersebut, maka dimulailah sebuah konspirasi dan fitnah terhadap ISIS. Sebuah kegagalan besar, dikarenakan fitnah yang muncul adalah fitnah yang sama seperti 6 tahun yang lalu, ISIS sudah melewati fitnah-fitnah seperti itu di Irak. Itulah fitnah Shahawat atau Sahwa.

WALLAHU A'LAM.
Oleh: Ustaz Abu Yusuf


  SELALU MEREKA BERTANYA PADA KAMI, MAKA KAMI JAWAB
Posted by: tubagus - Yesterday, 02:27 PM - Forum: Isi Kepala - No Replies

[Image: FB_IMG_1507905584599.jpg]


1.  Apakah meledakkan bom di sarana publik itu bentuk jihad ?
- Di Paris, Brussel, Turki, Orlando dll ?


2.  Apakah Islam mengajarkan hal demikian?
- Di Negara2 itukan bukan Negara perang, maka tidak boleh memerangi mereka
❗️


Jawabannya ialah:


1. Sebelum peledakan bom di Paris, Brussel, Turki dan Orlando, yg hanya memakan beberapa ratus jiwa saja, Tahukah Anda bahwa negara-negara tersebut telah mengirimkan jet-jet tempur yg setiap hari memuntahkan ratusan roket ke rumah-rumah kaum muslimin di suriah & iraq, libya serta lain nya yg tidak membedakan warga sipil muslim baik laki-laki, wanita balita maupun orang tua, korban bukan hanya ratusan bahkan puluhan ribu..

Lalu kenapa tidak kalian tanyakan kepada mereka :


2. apakah Islam mengajarkan demikian

apakah Islam mengajarkan umatnya duduk manis sambil melihat saudaranya di bantai


Jawablah wahai thogut.?



- Status mereka adalah kafir harbi, yg wajib di perangi tidak ada ismah (Perlindungan) bagi darah mereka, karena mereka telah menyatakan perang terhadap kami (umat islam)

- Jihad selain defensif adalah ofensif : yaitu mendahului memerangi orang kafir sebelum mereka memerangi kita.


Dan ini telah di tetap kan syariat,

Rasulullah bersabda: "Aku di perintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tiada tuhan kecuali Allah dan muhammad adalah Rasulullah. '

Maka di perbolehkan membuka front pertempuran di negeri kafir untuk meninggikan laa ilaaha Illallah, karena syahadat itu adalah syarat utama terjaganya darah manusia.
Jika mereka menolak maka wajib bayar jizyah jika mereka menolak bayar jizyah maka tidak ada pilihan bagi mereka kecuali bom, Ak47 dan pedang !

Lihatlah sirah Rasulullah & para Sahabat ketika menaklukkan persia, romawi yg sbelum nya dalam kondisi aman, apakah kalian katakan : tidak boleh karena itu Negara aman, damai bukan negeri perang.?

 


  Anis Dipolisikan, Para Penista Agama Satukan Kekuatan
Posted by: Muhammad Abdussalam - Yesterday, 11:51 AM - Forum: Dari Hati Untuk Indonesia - No Replies

[Image: 2114633890p.jpg]

Pidato perdana dari Anis Baswedan selaku Gubernur baru DKI Jakarta yang menyebut kata 'pribumi' menjadi kontroversi dan menjadi perbincangan sejumlah oknum di media sosial, utamanya yang tidak menginginkan Anis Baswedan dan Sandiaga Uno memimpin Jakarta. Seperti ini bunyi pidato perdana Anis Baswedan; “Dulu kita semua pribumi ditindas dan dikalahkan. Kini telah merdeka, kini saatnya menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Jangan sampai Jakarta ini seperti yang dituliskan pepatah Madura. Itik telor, ayam singerimi. Itik yang bertelor, ayam yang mengerami”.

Beberapa orang dari Banteng Muda Indonesia DKI Jakarta melaporkan Anis Baswedan di Gedung Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya. Anies dilaporkan terkait ucapan Pribumi saat pidato pada Senin (16/10) kemarin. 

Kami, dari Banteng Muda Indonesia DKI Jakarta yang sangat mencintai pancasila mengkonsultasikan pidato dari Bapak Anis ke pihak Polda Metro Jaya. Mereka juga menjelaskan bahwa yang di sampaikan oleh Bapak Anis melanggar  Inpres No 26 tahun 1998. "Kita kan sudah mempelajari mengenai impress 26 tahun 98, mengenai larangan memakai kata-kata pribumi dan non pribumi, kemudian di Undang-Undang no 40 tahun 2008 juga mengenai larangan ungkapan kebencian terhadap suku atau golongan tertentu,".

Pasca pelaporan ini, banyak dari kalangan penista agama menyatukan kekuatan untuk menjegal Anis Baswedan dan Sandiaga Uno untuk melanjutkan kepemimpinannya sebagai Gubernur DKI Jakarta. Berbagai pengacara juga telah mereka siapkan untuk membantu mereka dalam menjegal Gubernur baru tersebut.

Hal tersebut adalah tindakan balas dendam mereka karena mantan Gubernur Ahok juga pernah mendapat perlakuan yang sama.


  Alasan Daulah Islamiyyah Memerangi Milisi Shohawat HTS/JN
Posted by: mustaqim - Yesterday, 08:23 AM - Forum: Daulah al Khilafah al Islamiyyah - No Replies

Kenapa Pasukan Daulah Islamiyyah Memerangi Milisi Shohawat HTS/JN di Hamah Usai Bertempur Melawan Tentara Syiah Nushairi & Salibis Komunis Rusia?
 
HAMAH (Kantor_Berita_AlFaruq) - Mungkin ada beberapa aktivis Islam yang bertanya-tanya, kenapa pasukan Daulah Islamiyyah (IS) pada pekan kedua bulan Oktober 2017 ini begitu intens memerangi para milisi Shohawat Haiat Tahrir Sham (HTS) di wilayah Idlib seusai bertempur melawan tentara Syiah Nushairiyyah Suriah dan tentara Salibis Komunis Rusia??
 
Wakalah Mu'tah pada pekan kedua bulan Oktober 2017 ini melaporkan, setelah pengepungan dan pertempuran yang berlangsung berbulan-bulan melawan pasukan Salibis Rusia dan Syiah Suriah dan milisinya (di Uqoyrobat, Hamah timur), para aktivis mengungkapkan alasan mengapa Dawlah Islam menyerang Hay'at Tahrir al-Syam dan dengan pertolongan Allah berhasil mengambil alih lebih dari 12 desa di daerah pedesaan timur Hamah.
 
Para aktivis mengatakan bahwa hal itu dimulai ketika pejuang Dawlah Islam mengevakuasi keluarga, pejuang yang terluka dan beberapa terluka parah ke daerah-daerah oposisi, kemudian Hay'at menangkap orang-orang yang terluka tanpa perawatan dan menempatkan mereka di penjara.
 
Mereka juga mencuri uang yang dipegang oleh wanita, terutama "muhajiroh (wanita imigran)" di wilayah Idlib. Milisi Hay'at kemudian memperketat penjagaan wilayah tersebut karena takut penyelundupan senjata ke pejuang Dawlah Islam tanpa membayar sejumlah uang yang digambarkan sebagai "fictional sums".
 
Terakhir kalinya, milisi Hay'at mencegah setiap orang yang membawakan makanan dan minuman kepada pejuang Dawlah Islam dan mereka yang tinggal bersama dari kalangan keluarganya. Dan ini bertepatan dengan berakhirnya batas waktu yang ditetapkan oleh Dawlah Islam untuk membebaskan mereka yang tertangkap.
 
Perlu dicatat bahwa keluarga yang pergi bersama dengan pejuang Dawlah Islam sekarang mengalami situasi tragis, di mana mereka tidak memiliki kebutuhan untuk bertahan hidup.



  Theme © 2015