• 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
TEORI KONSPIRASI SYIRIK

#1
Kepercayaan ekstrim terhadap teori konspirasi bervariasi antara syirik ringan dan syirik besar tergantung pada derajat kekuasaan, pengetahuan, dan kepemilikan yang dikaitkan oleh orang yang mempercayainya kepada orang-orang kafir.
 
Jika seseorang menafsirkan kembali sejarah kaum Muslimin sesuai dengan teori konspirasi orang-orang ini, dia akan keluar dengan membawa kesesatan terpendam. Seseorang hanya perlu bertanya kepada teoritis ini, apakah kaum Muslimin dahulu mampu membangun negara dan memperluasnya hanya dengan persetujuan dari kerajaan Romawi dan Persia? Apakah kaum Muslimin sebagai agen dari Roma atau Persia selama perang mereka terhadap dua kerajaan musuh itu? Adakah Persia berpura-pura dalam perang mereka melawan Romawi sementara secara diam-diam menjadi sekutu mereka? Apakah umat Islam berpura-pura dalam pertempuran mereka melawan salah satu dari dua kerajaan lawan? Apakah para nabi palsu dan pemimpin yang menolak membayar zakat diam-diam adalah non-Arab yang termasuk ras asing? Jawaban atas semua pertanyaan ini tentu saja tidak. Apakah dunia berubah sedemikian besar bagi konspirasi-konspirasi besar ini untuk mengembangkan dan menundukkan dunia? Jawabannya adalah tidak. {Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunnah Allah, dan sekali-kali tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunnah Allah itu} [Faathir : 43].
 
Terhadap para pakar teori konspirasi ini seseorang perlu menanyakan, bagaimana ayat-ayat berikut dipahami menurut teori konspirasi ini?
 
{Mereka tiada akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu sedang hati mereka berpecahbelah. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tiada mengerti} [QS. AlHasyr : 14]. Ayat ini menjelaskan bahwa kaum kafir bisa saja terlihat bersatu sedangkan hati mereka sebenarnya penuh dengan permusuhan dan kebencian satu sama lain. Dan kebencian ini terkadang terwujud dalam perbuatan mereka. Bagaimana mungkin konspirasi besar ini dilakukan jika para anggotanya berpecah-belah?
 
{Dan orang-orang Yahudi berkata, “Orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai suatu pegangan”, dan orang-orang Nasrani berkata, “Orang-orang Yahudi tidak mempunyai suatu pegangan”, padahal mereka (sama-sama) membaca Al-Kitab. Demikian pula orang-orang yang tidak mengetahui [yaitu musyrikin], mengatakan seperti ucapan mereka…} [QS. Al-Baqarah : 113]. Ayat ini menjelaskan bahwa permusuhan dan kebencian di antara para pengikut agama yang berbeda tersebut terlihat dari ucapan mereka.
 
{Apakah kamu tiada memperhatikan orang-orang munafik yang berkata kepada saudara-saudara mereka yang kafir di antara Ahli Kitab, “Sesungguhnya jika kamu diusir niscaya kami pun akan keluar bersama kamu; dan kami selama-lamanya tidak akan patuh kepada siapa pun untuk (menyusahkan) kamu, dan jika kamu diperangi pasti kami akan membantu kamu”. Dan Allah menyaksikan, bahwa sesungguhnya mereka benar-benar pendusta. Sesungguhnya jika mereka diusir, orang-orang munafik itu tiada akan keluar bersama mereka, dan sesungguhnya jika mereka diperangi; niscaya mereka tiada akan menolongnya; sesungguhnya jika mereka menolongnya niscaya mereka akan berpaling lari ke belakang, kemudian mereka tiada akan mendapat pertolongan} [QS. Al-Hasyr : 11-12]. Ayat ini menjelaskan bahwa kemunafikan para sekutu kaum kafir terlalu sulit untuk dipercaya akan melaksanakan perintah kaum kafir tersebut. Jadi bagaimana mungkin konspirasi besar mereka akan tetap utuh selama berpuluh-puluh tahun dan berabad-abad?
 
{Dan di antara orang-orang yang mengatakan, “Sesungguhnya kami ini orang-orang Nasrani”, ada yang telah Kami ambil perjanjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebahagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya; maka Kami timbulkan di antara mereka permusuhan dan kebencian sampai Hari Kiamat. Dan kelak Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang selalu mereka kerjakan} [QS. Al. Maa-idah : 14]. Ayat ini menjelaskan kebencian kuat para pengikut berbagai kelompok Nasrani di antara satu dengan yang lainnya.
 
{Dan Al-Qur’an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan menambah kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka [Yahudi]. Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai Hari Kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya} [QS. Al-Maa-idah : 64]. Ayat ini menjelaskan besarnya kebencian pengikut dari berbagai kelompok Yahudi satu dengan yang lainnya.
 
{Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi AlKitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka} [QS. Ali Imran : 19]. {Dan mereka (Ahli Kitab) tidak berpecah-belah melainkan sesudah datangnya pengetahuan kepada mereka karena kedengkian antara mereka} [QS. Asy-Syuura : 14]. Kedua ayat ini menjelaskan perpecahahan dan perselisihan Yahudi dan Nasrani serta permusuhan yang ada di antara kedua agama itu beserta sektesektenya.
 
{[Ingatlah], ketika Allah berfirman, “Hai ‘Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga Hari Kiamat…”} [QS. Ali ‘Imran : 55]. Ibnu Zaid (rahimahullāh) berkata ketika menjelaskan ayat ini, “Tidak ada suatu negeri di mana orang Nasrani mendiaminya, baik di timur maupun di barat, kecuali dia ada di atas Yahudi. Orang-orang Yahudi dihinakan di semua negeri” [Tafsīr ath-Thabarī]. Dan hal ini terlepas dari kekafiran orang-orang Nasrani. Akan tetapi, karena kaum kafir Nasrani tidak melaknat Nabi ‘Isa (‘alaihi as-salām) ataupun menuduh ibunya yang suci berdosa, maka hal tersebut menjadikan mereka menghinakan orang-orang Yahudi yang melaknat ‘Isa dan memfitnah Maryam.
 
{Mereka [orang-orang Yahudi] diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan} [QS. Ali ‘Imran : 112]. Al-Hasan (rahmahullāh) berkata ketika menjelaskan ayat ini, “Umat ini mendahului orang-orang Yahudi sementara orang-orang Majusi mengambil jizyah dari orang-orang Yahudi [Tafsīr ath-Thabarī]. Ayat ini menjelaskan bahwa Yahudi terkutuk selalu dalam kehinaan dan ketundukan. Negara Yahudi sendiri didirikan bagi orang-orang Yahudi semata-mata oleh tentara salib Inggris. Dan melalui hubungan YahudiSalibis dan kemunduran diri Arab murtad sehingga orang-orang Yahudi mendapat penguasaan atas para thaghut Arab.
 
 
Disadur dari Majalah Dabiq edisi 9
Reply


Digg   Delicious   Reddit   Facebook   Twitter   StumbleUpon  


Users browsing this thread:
1 Guest(s)


  Theme © 2015