• 1 Vote(s) - 3 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Penyadapan Dari KPK, DPR Minta Dipersempit. Aneh!

#1
[Image: b72a5b4f-3d87-4f65-84da-1acb60df5854_169.jpg?w=780&q=90]

Pernah tidak anda mengetahui tentang apa itu penyadapan, jika tahu mungkin ada nilai negatifnya dan nilai positifnya. Nilai negatif, ya misalnya penyadapan mengenai privasi seseorang diketahui oleh pihak ramai. Semisalkan nggak ada salah apa-apa namun disadap teleponnya oleh orang tidak bertanggung jawab kemudian disebarluaskan. Nah terus apa nilai positifnya, nilai positif dari penyadapan ini biasanya untuk menguak sebuah kasus jika seseorang tersebut dicurigai telah tersandung kasus, contohnya kasus-kasus suap yang menjerumus ke hal 'korupsi', bahkan seorang yang terkait atau masih diselidiki menjadi dalang korupsi. Ya! Korupsi, lagi-lagi tentang korupsi yang dimana pelakunya disebut dengan koruptor.

Namun ada yang janggal nih sobat, setelah gua mendapatkan berita tentang 'penyadapan dari KPK ini akan dibatasi oleh DPR RI' di https://news(.)detik.com/berita/3041576/penyadapan-kpk-konstitusional-mengapa-dpr-ingin-membatasinya. Ada yang aneh nggak menurut lu semuanya, ya menurut gua sih ada yang aneh ya. Ya tahu sama tahulah, pelaku korupsi (koruptor) ini mereka-mereka juga. Jadi pertanyaannya, kenapa ? Kenapa mereka ingin membatasi penyadapan terkait penyelidikan kasus tersebut ? Ah entahlah sobat, pusing pala barbie.

"Kewenangan penyadapan sudah dua kali diadukan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Salah satunya oleh anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), kewenangan itu diuji dan MK menyatakan kewenangan penyadapan KPK tanpa melalui pengadilan adalah konstitusional," Kata peneliti ICW Donald Fariz dalam diskusi di kantornya, Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (11/10/2015).

Nah bagaimana tuh sobat, parah banget ya ? Secara DPR itu Dewan Perwakilan Rakyat bukan Dewan Pemeras Rakyat. Jadi tolong deh DPR RI kudu berpihak kepada rakyat, jangan takut untuk disadap "JIKA TIDAK BERSALAH". Jika bersalah ya pantas ingin membatasi penyadapan dari KPK untuk kepentingan penyelidikan kasus.
Reply

#2
Iya gan, memang dari dulu DPR itu selalu menjadi 'biang' kerusakan negara bukan biang 'kemajuan' negara. Coba deh lihat, 99% kasus korupsi itu datang dari kaum anggotanya. Tapi anehnya lagi, DPR yang ketuanya dari F-PDIP itu malah nyeleneh gitu. Apa nggak malu dengan kita yang lebih tinggi pangkatnya dari mereka, kita ini Rakyat pimpinan mereka. Jika Rakyat bilang Tidak, ya tidak. Jika iya ya Iya. Jadi intinya kudu minta saran dari Rakyat, bukan minta uang dari rakyat (pajak) kemudian senang-senang menghabiskan uang rakyat.
Reply

#3
haha ketakutan lah, orang yang korup dia dia juga
Reply

#4
(10-11-2015, 12:26 PM)Nyi Kembang Wrote: Iya gan, memang dari dulu DPR itu selalu menjadi 'biang' kerusakan negara bukan biang 'kemajuan' negara. Coba deh lihat, 99% kasus korupsi itu datang dari kaum anggotanya. Tapi anehnya lagi, DPR yang ketuanya dari F-PDIP itu malah nyeleneh gitu. Apa nggak malu dengan kita yang lebih tinggi pangkatnya dari mereka, kita ini Rakyat pimpinan mereka. Jika Rakyat bilang Tidak, ya tidak. Jika iya ya Iya. Jadi intinya kudu minta saran dari Rakyat, bukan minta uang dari rakyat (pajak) kemudian senang-senang menghabiskan uang rakyat.

kata siapa bang ?? DPR tuh KAMUFLASE doang teriak wakil rakyat ! nyatanya dari zamannya lagu iwan fals sampe sekarang mereka gak kesentuh juga tuh hatinya. semua peraturan peraturan baru yang dibuat sama DPR itu semata mata hanyalah untuk melancarkan aksi korupnya dia doang haaa haaa haaa
Reply

#5
(10-11-2015, 12:30 PM)pancasilahaters Wrote: kata siapa bang ?? DPR tuh KAMUFLASE doang teriak wakil rakyat ! nyatanya dari zamannya lagu iwan fals sampe sekarang mereka gak kesentuh juga tuh hatinya. semua peraturan peraturan baru yang dibuat sama DPR itu semata mata hanyalah untuk melancarkan aksi korupnya dia doang haaa haaa haaa

Hahaha, bener banget bro. Coba seandainya mereka sadar bahwa mereka itu siapa ? Pernah miskin atau tidak ? Di daerah gua nih, yang nyalon jadi anggota DPRD aja niatnya udah kagak bener "pengen bangun rumah dulu" pas gua jadi saksi dipemungutan suara dan rapat di rumah dia. Tapi syukurnya beliau tidak kepilih, terus ada lagi. Dulu pas jadi 'mahasiswa' berkoar-koar anti 'suap', pas mau nyalon ngasi 50.000,- Rupiah ke temen-temennya buat nyoblok matanya hahaha... Angel  Nasib-nasib,,,, DPR itu BOBROK !!!! Anggotanya yang bobrok, kalo gedung kura-kuranya tetep bagus tapi minta lebih hahaha...
Reply

#6
(10-11-2015, 12:26 PM)Nyi Kembang Wrote: Iya gan, memang dari dulu DPR itu selalu menjadi 'biang' kerusakan negara bukan biang 'kemajuan' negara. Coba deh lihat, 99% kasus korupsi itu datang dari kaum anggotanya. Tapi anehnya lagi, DPR yang ketuanya dari F-PDIP itu malah nyeleneh gitu. Apa nggak malu dengan kita yang lebih tinggi pangkatnya dari mereka, kita ini Rakyat pimpinan mereka. Jika Rakyat bilang Tidak, ya tidak. Jika iya ya Iya. Jadi intinya kudu minta saran dari Rakyat, bukan minta uang dari rakyat (pajak) kemudian senang-senang menghabiskan uang rakyat.

Setuju Nyi, tapi mereka tidak sadar. Dasar derajat rendah sok biang 'wakil rakyat'.

(10-11-2015, 12:30 PM)pancasilahaters Wrote:
(10-11-2015, 12:26 PM)Nyi Kembang Wrote: Iya gan, memang dari dulu DPR itu selalu menjadi 'biang' kerusakan negara bukan biang 'kemajuan' negara. Coba deh lihat, 99% kasus korupsi itu datang dari kaum anggotanya. Tapi anehnya lagi, DPR yang ketuanya dari F-PDIP itu malah nyeleneh gitu. Apa nggak malu dengan kita yang lebih tinggi pangkatnya dari mereka, kita ini Rakyat pimpinan mereka. Jika Rakyat bilang Tidak, ya tidak. Jika iya ya Iya. Jadi intinya kudu minta saran dari Rakyat, bukan minta uang dari rakyat (pajak) kemudian senang-senang menghabiskan uang rakyat.

kata siapa bang ?? DPR tuh KAMUFLASE doang teriak wakil rakyat ! nyatanya dari zamannya lagu iwan fals sampe sekarang mereka gak kesentuh juga tuh hatinya. semua peraturan peraturan baru yang dibuat sama DPR itu semata mata hanyalah untuk melancarkan aksi korupnya dia doang haaa haaa haaa

"Wakil rakyat kumpulan orang hebat, bukan kumpulan teman-teman dekat, apalagi sanak famili"
"Wakil rakyat dipilih bukan dilotre, meski kami tak kenal siapa saudara".

Nyatanya ? Masih orang-orang dekat ?
Nyatanya ? Mereka dipilih karena memberi uang kepada rakyat agar mau dilotre ? Meski tidak sebagian dari mereka, namun 99,9999% semuanya seperti itu.
Reply

#7
(10-11-2015, 12:50 PM)Nyi Kembang Wrote:
(10-11-2015, 12:30 PM)pancasilahaters Wrote: kata siapa bang ?? DPR tuh KAMUFLASE doang teriak wakil rakyat ! nyatanya dari zamannya lagu iwan fals sampe sekarang mereka gak kesentuh juga tuh hatinya. semua peraturan peraturan baru yang dibuat sama DPR itu semata mata hanyalah untuk melancarkan aksi korupnya dia doang haaa haaa haaa

Hahaha, bener banget bro. Coba seandainya mereka sadar bahwa mereka itu siapa ? Pernah miskin atau tidak ? Di daerah gua nih, yang nyalon jadi anggota DPRD aja niatnya udah kagak bener "pengen bangun rumah dulu" pas gua jadi saksi dipemungutan suara dan rapat di rumah dia. Tapi syukurnya beliau tidak kepilih, terus ada lagi. Dulu pas jadi 'mahasiswa' berkoar-koar anti 'suap', pas mau nyalon ngasi 50.000,- Rupiah ke temen-temennya buat nyoblok matanya hahaha... Angel  Nasib-nasib,,,, DPR itu BOBROK !!!! Anggotanya yang bobrok, kalo gedung kura-kuranya tetep bagus tapi minta lebih hahaha...

lagi pula gimana tujuannya mau bener ? dari niat nya aja udah salah. dan proses menuju legislatif aja sudah menghalalkan segala cara khi
Reply

#8
sebenernya apakah ini salah demokrasi ? atau salah orang orang yang terlalu bebas ber kreasi ? sampai uang rakyat dia kreasikan semuanya untuk pejabat pejabat keparat itu ?
Reply

#9
DPR takut ketauan, isinya biang korupsi semua disana. makanya jgnkan penyadapan ruang gerak pun di persempit !! Semakin tumpul tuh tombak KPK
Reply

#10
Ya udah, intinya mereka udah ada niat untuk korupsi. Ya sudahlah, mereka mencari dunia saja untuk diri mereka.
Reply


Digg   Delicious   Reddit   Facebook   Twitter   StumbleUpon  


Users browsing this thread:
Riansanturi1, 1 Guest(s)


  Theme © 2015