• 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
LARANGAN MEMBERONTAK KEPADA PEMERINTAHAN ISLAM

#1
Hadits - hadits tentang Larangan Memberontak kepada pemerintahan Islam yang Menerapkan Syariat Islam secara Kaffah saat Ini Justru dijadikan dalil sbg Larangan untuk Memberontak kpd Pemerintahan Demokrasi Sekuler.

Berabad abad Lamanya Ummat islam tanpa Pemerintahan Islam. Kini ia telah Kembali. Dan barang siapa yang memeranginya atau memberontaknya baik secara Lisan maupun dengan Kekuatan Senjata, maka merekalah KHAWARIJ yang Sesungguhnya.

Yang dimaksud dengan Pemerintahan Islam ialah Negara Islam / Daulah Islam yang dipimpin seorang Imam (Khalifah) dari Suku Quraysi. Ia di Bai'at Untuk didengar Dan ditaati sepanjang ia menegakkan Syariat Allah dan Rasul-Nya. Jika ia tidak menegakkan Syariat Allah dalam pemerintahannya maka tidak ada Ketaatan Baginya.
Dan Ia (Khalifah) bukanlah pemimpin untuk Satu bangsa saja, namun Pemimpin untuk semua Kaum Muslimin, meskipun mereka berbeda - beda suku bangsa.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wasallam bersabda;

"Aku perintahkan pada kamu sekalian (muslimin) lima perkara, sebagaimana Allah telah memerintahkan ku dengan lima perkara itu :
1. Berjamaah (Satu Imam),
2. mendengar,
3. Ta'at
4. Hijrah,
5. dan jihad fie sabilillah.
Barangsiapa yang memisahkan diri dari Al-Jamaah (Khilafah Kaum muslimin) sekedar sejengkal , maka sungguh ia telah melepaskan ikatan Islam dari lehernya sampai ia kembali (taubat) . Dan barang siapa yang menyeru dengan seruan JAHILIYYAH, maka ia termasuk golongan orang - orang yang akan bertekuk lutut didalam Jahannam. "Para sahabat bertanya: "Ya Rasulullah, meskipun ia shaum dan sholat?"
Rasulullah bersabda : "Sekalipun ia shaum dan sholat, dan mengaku dirinya seorang muslim".( HR. Ahmad dari Harits Al-Asy’ary, dalam Musnad Ahmad juz 4 halaman 202 ).

Dan Sabdanya :

"Barang siapa Mati dalam keadaan tidak ada Bai'at dilehernya, maka Matinya dalam keadaan Mati JAHIIYYAH". (HR. Muslim)

Dan Sabdanya ;

"Barang Siapa yang Berbai'at kepada Khalifah (Imam), maka hendaklah ia mentaatinya sesuai dengan Kemampuannya. Jika kemudian ada orang lain yang menentangnya maka penggallah leher orang itu." (HR. Bukhari)

Dan Sabdanya :

"Sesungguhnya Khalifah (Imam) itu dari suku Quraysi". (HR. Bukhari)

Dan Sabdanya :

"Tidak Halal darah seorang muslim yang bersaksi Lailaha Illallah, dan bahwa aku (Muhammad) adalah utusan Allah. Kecuali karena 3 hal :
1. Nyawa dibayar dengan Nyawa,
2. Orang yang Berzinah setelah menikah,
3. Dan orang yang keluar dari agamanya, memisahkan dirinya dari Jama'ah (Khilafah) kaum muslimin". (HR. Muslim)


 
Reply


Digg   Delicious   Reddit   Facebook   Twitter   StumbleUpon  


Users browsing this thread:
1 Guest(s)


  Theme © 2015