• 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Kepada para ikhwan mujahidin yang sudah bebas dari penjara thoghut hafidzokumullah

#1
 السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
 
اَلْحَمْدُ ِللهِ مُعِزِّ اْلإسْلاَمِ بِنَصْرِهِ، وَمُذِلِّ الشِّرْكِ بِقَهْرِهِ، وَمُصَرِّفِ اْلأُمُوْرِ بِأَمْرِهِ، وَمُسْتَدْرِجِ الْكَافِرِيْنَ بِمَكْرِهِ، اَلَّذِيْ قَدَّرَ اْلأَيَّامَ دُوْلاً بِعَدْلِهِ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مَنْ أَعْلَى اللهُ مَنَارَ اْلإِسْلاَمِ بِسَيْفِهِ. أمَّا بعد؛
 
 
Bagaimana kabar antum sekalian wahai para ikhwah mujahidin yang sudah keluar dari penjara thoghut?
 
Semoga antum semua dalam kebaikan dan keistiqomahan.
 
Allâh Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
 
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ
 
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” Kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, Maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang Telah dijanjikan Allah kepadamu”.
(QS. Fushshilat: 30-).
 
Dalam menerangkan ayat ini syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah رَحِمَهُ اللهُ berkata tentang istiqomah:
 
اِسْتَقَامُوا عَلىَ مَحَبَّةِ اللهِ وَعَلَى عِبَادَتِهِ وَلاَ يَلْتَفِتُوا مِنْهُ يَمِيْنَةً وَلاَ يَسْرَةً
 
“Teguh (tegar) diatas kecintaan kepada Allah dan diatas ibadah kepada-Nya, dan tidak menoleh (berpaling) ke kanan dan ke kiri”.
 
Itulah hakikat Istiqomah yang benar.
 
 
Semoga kita semua tetap istiqomah fie sabilillah ini walau pun kita sudah dipenjara dan mengalami berbagai macam siksaan dari thoghut.
 
Penjara bukanlah pengakhir dari ibadah kita fie sabillah, akan tetapi penjara adalah titik tolak awal untuk melangkah lagi dalam perjalanan fie sabilillah demi menggapai salah satu dari dua kebaikan
 
“Kemenangan atau Kesyahidan”.
 
Karena dengan inilah Allah akan mengetahui orang-orang yang benar dan dusta.
 
 
Sebagaimana firman Allâh Ta'ala:
 
أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آَمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ () وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ
 
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami Telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan Sesungguhnya kami Telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan Sesungguhnya dia mengetahui orang-orang yang dusta”.
(QS. Al Angkabut: 2-3)
 
dan Allah Ta’ala berfirman:
 
أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنْكُمْ وَيَعْلَمَ الصَّابِرِينَ
 
“Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antara kalian dan belum nyata orang-orang yang sabar”.
(QS. Ali Imron: 142).
 
 
Maka jika kita berhenti dari jalan sabilillah ini maka sama saja kita telah berhenti untuk berjalan menuju Jannah. 
Reply


Digg   Delicious   Reddit   Facebook   Twitter   StumbleUpon  


Users browsing this thread:
1 Guest(s)


  Theme © 2015