• 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Kematian Dengan Sayatan Pedang atau Tusukan Tombak

#1
ﺑِﺴْـــــــــــــﻢِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِـــــــــــــﻴﻢ



Anda inginkan kematian dengan sayatan pedang atau tusukan tombak, atau hujaman peluru, atau serpihan bom nuklir lalu engkau mati dengan seketika; kematian seperti ini adalah resiko dan harapan mereka yang terjun di dahsyatnya pertempuran, di keramaian kobaran api peperangan.

Adapun ketika badan diiris iris...
dipotong sepotong demi sepotong...
secuil demi secuil... sampai menemui kematian; maka kematian seperti ini tidaklah diinginkan dan tidak akan kuat menanggungnya kecuali para 'jagoan' dari para lelaki pilihan. Dan diantara mereka adalah Habib bin Zaid...

Habib masuk islam ketika masih kecil dan muda usia pada hari zaid masuk islam bersama ibunya, Nasibah binti Ka'b Ummu 'imarah juga bersama saudaranya, Abdullah bin zaid.

Habib saat itu masih sangat belia, bersama abi ummi dan saudaranya Abdullah turut menghadiri baiat aqabah kedua, bersama kaumnya dari bani najar. Dan saat usianya telah matang danmencapai kesempurnaan sebagai pemuda dan kekuatannya telah sempurna pula, ia bergabung dalaml pasukan dibawah bendera kepemimpinan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Pada saat fitnah Musailamah al kadzab yang mengaku sebagai nabi palsu tersebar di yamamah, kaum muslimin memilih dan mempercayai Habib bin Zaid sebagai utusan kepada musailimah menyampaikan petunjuk, menasehati serta memperingatkannya. Habib berangkat ke Yamamah dan hati kaum mukminin sangat terpaut dengan pemuda yang tampan ini dan berharap kepadanya agar ia membuang rasa takut dan memiliki keberanian yang tinggi dalam menghadapi si musailimah al kadzab; seorang manusia yang tidak menjaga kehormatan Allah, apalagi kehormatan Rasul.

Habib memasuki Yamamah, dan sekonyong konyong para pengikut nabi palsu musailamah menangkapnya, mengikatnya dengan rantai di sekujur tubuhnya lalu menghadapkannya kepada tuan mereka, si nabi palsu musailimah al kadzab.

Musailimah berkata; 'Wahai Habib, apakah engkau bersaksi bahwa Muhammad rasul Allah?'

Habib menjawab dengan tegas; 'Benar, aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasul Allah'

Al Kadzab (si pembohong) kembali bertanya; "Apakah engkau bersaksi bahwa aku utusan / rasul Allah?'

Habib diam saja dan tidak menjawap sepatahpun.

Al Kadzab sangat murka, ia pukul Habib dengan pedangnya sambil berteriak; ' Mengapa tidk kau jawab bahwa aku juga rasul Allah, wahai Habib!'

Habib tidak menambah ucapannya kecuali; 'bahkan aku bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah/ rasulullah'

Al Kadzab murka, ia pegangi tangan Habib, ia letakkan pedang diatasnya dan mengirisnya... "Wahai habib, bersaksikah engkau bahwa aku adalah utusan / Rasulullah...???

Habib tidak menambah sepatahpun, sementara darah mulai mengalir deras dari lengannya ... 'bahkan aku bersaksi bahwa Muhammad rasulullah...'ucapnya.

Musailimah al kadzab mulai kehilangan akalnya, gila, berhadapan dengan keteguhan dan kesabaran Habib. Ia arahkan pedangnya mengiris tubuh Habib sepotong demi sepotong, ia potong telinga Habib, ...
kemudian Hidungnya, ...
lalu lidahnya diiris iris ...
dicongkel matanya ...
bersamaan dengan itu semua Habib tetap enggan dan hanya mengatakan kesaksiannya bahwa Muhammad utusan Allah / rasulullah ...

Sebuah syahadat / persaksian yang menyakitkan Al Kadzab, merendahkannya, menambah kemarahannya, sehingga ia berbuat hina atas jasad Habib sampai tidak tersisa padanya nafas kehidupan,
ia tersungkur ...
syahid di jalan Allah...

Wahai yang memiliki keteguhan pahlawan ...
para lelaki yang telah dicetak oleh panglima perang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

 
Habib_bin_Zaid
Reply


Digg   Delicious   Reddit   Facebook   Twitter   StumbleUpon  


Users browsing this thread:
1 Guest(s)


  Theme © 2015