• 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Inilah Beberapa Alasan AS Tidak Bisa Kalahkan Daulah Islamiyah

#1
7 point penting bahwa negara sebesar Amerika tidak bisa mengalahkan 'negara bayi' Daulah Khilafah Islamiyah.Diantaranya adalah:

1. DAULAH ISLAMIYAH HANYA BISA DILEMAHKAN TIDAK BISA DIKALAHKAN

Amerika Serikat mempunyai sejarah perang yang panjang dan melelahkan, perang Vietnam dengan dukungan senjata modern dan senjata WMD (Weapon Mass Destruction) tidak membuat Amerika menang di Vietnam walau jumlah korban di pihak Vietnam yang tewas tergolong lebih besar, tapi Amerika harus keluar dengan kepala tertunduk kalah, perang Afghanistan yang berlarut pun demikian, tentara Amerika sudah siap pulang tanpa kemenangan bersama senjata-senjata yang super canggih misalnya drone yang digunakan untuk pertama kalinya dalam perang, meski demikian tidak membuat Taliban takluk, perang Iraq untuk mendongkel Saddam Husein memang berhasil menjatuhkan pemerintahan tersebut, namun bukan berarti memberangus karena hanya memunculkan bibit perlawanan dari mantan prajurit loyalis Saddam yang kemudian membawa Al-Qaedah ikut terjun dalam kancah perlawanan bersenjata yang berlarut-larut yang membuktikan Amerika tidak bisa dikatakan menang.

2. AMERIKA TIDAK BISA MENGONTROL PERDAGANGAN SENJATA, KARENA BUKAN CUMA AMERIKA SEBAGAI PRODUSEN DI DUNIA IN

Daulah IS tergolong negara yang kaya dan memiliki kemampuan membeli senjata disamping mendapat senjata gratis (ghanimah/rampasan perang) dari musuh yang dikalahkannya di medan tempur. Keberadaan perdagangan senjata di pasar gelap bukanlah cerita lagi bahkan di era 80-an di era Presiden Reagen terdapat skandal Iran Gate dimana AS menjual senjata ke Iran yang dianggap masyarakat AS sebagai "publik enemy".

Pasar gelap penjualan senjata tidak ada habisnya dan banyak pihak yang bersedia menjual senjata kepada yang bersedia membeli tanpa berpikir akibat kedepan, yang penting senjatanya bisa dipasarkan, semakin panjang jalannya perang semakin menguntungkan bagi mereka karena selalu ada pasar yang bisa menyerap produk. Yang pasti Amerika sendiri tidak mengontrol semua perdagangan senjata di dunia ini.

3. NEGARA ISLAM AKAN MATI HANYA KETIKA TIMUR TENGAH DIROMBAK KEMBALI

Hal ini tidak akan terjadi selama bertahun-tahun yang akan datang. Negara Islam, atau pendahulunya al Qaeda di Irak adalah pemberontak Sunni yang menantang invasi AS ke Irak dan serbuan rezim Syiah. Dan Sekarang Daulah Islam (IS) semakin kuat terutama akibat kekacauan regional, dimana tata kelola pemerintahan yang buruk di Irak dan Suriah. Penyebaran Negara Islam ke Yaman, Libya, dan Sinai semakin tumbuh subur di hamparan kosong tanah dan gurun yang luas dan tidak terjaga hingga akses senjata dan uang hingga penyebaran ideologi Islam mampu menjembatani keluhan dari komunitas Sunni yang diperangi Amerika dan Syiah. Menaklukkan Daulah Islam diperlukan perubahan transformasional dalam Suriah dan Irak. Sebuah aspek penting dari perubahan pemerintahan yang baik akan memberdayakan masyarakat termasuk Sunni serta Syiah. Namun itu hanya angan-angan saja. Daulah akan tetap eksis dan semakin kuat karena pemerintahan di Timur Tengah kebanyakan korup.

4. MENGALAHKAN ISIS MEMBUTUHKAN SOLUSI UNTUK MASALAH SURIAH

Daulah IS yang berbasis Irak tapi kekhalifahan diduga berada di Raqqa Suriah dan terus melakukan ekspansi merebut wilayah Suriah dan Iraq. Kebijakan brutal rezim Assad telah mendorong Daulah Islamiyah untuk mengembangkan dirinya lebih cepat. Barat dan negara Arab mungkin bisa melatih Sunni untuk menentang kelompok Daulah IS. Selanjutnya, sebagian besar Sunni anti ISIS (shohawat) ingin melawan Assad sudah jelas ISIS mungkin tidak membantu kelompok mujahidin Sunni yang memusuhinya agar mereka kekurangan energi dan tidak menjadi rongrongan besar bagi Daulah Islamiyah. Dalam kekacauan malah bisa membuat ISIS semakin tumbuh subur. Jika perang Suriah dan Iraq bisa berakhir, Daulah Islamiyah akan tetap sebagai kekuatan terkuat di antara mujahidin di darat bahkan mengancam akan mengambil Damaskus lebih dulu ketimbang mujahidin dukungan negara Arab. Tanpa solusi yang tepat untuk Suriah dan tidak ada kemungkinan bisa mengalahkan ISIS yang juga telah menancapkan cengkremannya di Irak dan Suriah.

5. TIDAK ADA KEKUATAN MILITER REGIONAL MAMPU MENGALAHKAN ISIS

Solusi yang dianggap bisa mengalahkan ISIS adalah serangan multi nasional. Tapi tidak ada kekuatan, atau kombinasi dari kekuatan yang bersedia atau mampu mencapai tujuan ini. Gagasan koalisi negara Arab dengan AS menjadi eksperimen namun hanya sebatas serangan udara yang terbukti tidak efektif. Walau ditambah dengan kekuatan militer syiah Irak boneka Iran, seperti yang terlihat baru-baru ini di Ramadi, Tikrit Mosul ternyata daulah IS masih mengalahkan harapan para musuhnya. Pertimbangan politik sebagian besar Syiah hanya mempersenjatai suku dan milisi. Sedangkan Kurdi dengan Peshmerga terlalu lemah dan terlalu banyak gaya dan sok jago perang di berita media massa (seperti politikus Indonesia yang lebih banyak omong tapi kinerja rendah). Bahkan milisi Syiah Iran yang nampaknya memiliki banyak waktu masih sulit mengalahkan Negara Islam di daerah Sunni-mayoritas. Sebuah tentara nasional Irak yang efektif adalah jawaban - tapi untuk saat ini tampaknya menjadi mimpi yang jauh. Padahal Amerika sudah mengguyur dana milyaran dollar, senjata, dan pelatihan kepada tentara rezim syiah di Irak tapi masih keok dalam melawan IS.

6. AMERIKA SERIKAT TIDAK MEMILIKI KEMAUAN UNTUK PERANG INI

Amerika mungkin bisa memukul mundur Negara Islam di medan per di Irak atau di Suriah. Tapi kemungkinan Kongres Amerika mau bersedia untuk membuat komitmen yang diperlukan untuk mendorong pengiriman tentara besar-besaran tampak sangat kecil kemungkinan. Karena Publik Amerika dan Kongres AS telah tumbuh menghindari risiko setelah bertahun-tahun investasi di Timur Tengah yang tidak membawa hasil yang nyata. Selain itu kekuatan militer hanya dianggap sebagai alat untuk mencapai tujuan politik yang berkelanjutan. Tidak ada cukup alasan untuk percaya bahwa Amerika dapat mengakhiri konflik di Irak atau Suriah karena sudah ada pelajaran di Irak atau Afghanistan selama sepuluh tahun terakhir ini ketika Amerika Serikat mengerahkan ratusan ribu tentara dan menghabiskan triliunan dolar hanya menjadi perjalanan perang berlarut-larut dan melelahkan.

7. SOLUSI SENJATA PEMUSNAH MASSAL (WMD = Weapon Mass Destruction) DAN NUKLIR

Ini bukan solusi yang gampang jika AS nekat menjatuhkan bom nuklir di Irak, maka akan menjadi bumerang bagi AS yang akan kehilangan sekutu Arabnya karena radioaktif akan menyebar bukan hanya di Irak dan Suriah tapi juga negara tetangganya. Disamping itu korban sipil juga akan membludak dan menjadi bahan cercaan dunia Internasional. Sedangkan penggunaan senjata Kimia dan Biologi sudah merupakan pelanggaran Perang walau dipakai juga rezim Asaad dan Rusia, sudah jelas terlihat korban sipil yang jatuh jauh lebih banyak. Senjata WMD terbukti bukan alasan memenangkan perang karena ber ton-ton bahan ini dijatuhkan di vietnam toh tidak membuat Amerika menang.


 
Reply


Digg   Delicious   Reddit   Facebook   Twitter   StumbleUpon  


Users browsing this thread:
1 Guest(s)


  Theme © 2015