• 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
"Diary Mujahidin"

#1
[Image: 2017-06-11%25252015.12.04.png]

8 Agustus 2017

بسم ٱلله ٱلرحمن ٱلرحيم


23 Mei 2017 adalah hari pertama pertempuran di Marawi. Seperti yang diperintahkan oleh Allah azzawajal, Kami alih kendali dan kami terapkan Hukum Syariah di Kota dan tiba-tiba Tentara Salib bereaksi dengan brutal dengan menyerang kami di Padian, Lanao Del Sur kemudian menembaki warga sipil Muslim dan memaksa mereka untuk meninggalkan kota.

Minggu pertama pertempuran:
Kami bebaskan para Komandan kami dari Penjara, mengambil alih Gedung Pemerintah, Rumah Sakit dan Sekolah seperti Ninoy Aquino dan Dansalan College. Tentara Salibis menembakkan ribuan peluru pada kami dengan akurasi yang buruk, sementara Mujahidin melepaskannya dengan akurat membunuh mereka satu per satu. Kami juga menduduki beberapa gedung bertingkat tinggi dan bangunan untuk mendapatkan keuntungan dan dengan rahmat Allah azzawajal mayoritas Muslim di Filipina diam-diam bersimpati atau mendukung dgn lantang pengambilalihan Kota Marawi.

Minggu ke 2 sampai ke 3:
Kami menyebar dalam Kota dan membangun posisi pertahanan yang kuat untuk melawan Tentara Salib yang menyerang yang bergerak menuju jembatan dan barangay. Kami berhasil mempertahankan posisi kami dengan mengandalkan hanya kepada Allah azzawajal ditambah dengan kesabaran dan ketekunan dan juga dengan menempatkan sniper terlatih yang merupakan pejuang veteran dan berpengalaman.

Minggu ke 4 sampai 5:
Tentara Salib mengambil umpan kami, dengan sengaja kami meninggalkan semua telepon kami dengan video di daerah terpencil di Basak Malutlut membuat mereka berpikir ke mana kami ingin menyerang. Isi dari video ponsel itu adalah Shayk Omar dan Abdullah Maute dengan Amir Syeikh Hapilon merencanakan serangan tersebut. Tentara Salib dengan bodoh mengira ini adalah rencana sebenarnya. Kami mengantisipasi bagaimana mereka bereaksi dan mencoba melawan rencana kami sehingga kami melakukan penyergapan yang mengakibatkan lebih dari 40 Tentara Salib tewas.

Minggu ke 6 sampai 7:
Siang dan malam serangan udara dan tembakan artileri sangat intens untuk menggiring kami keluar dari Kota. Mereka menggunakan semua persenjataan mereka hanya untuk merebut kembali Dansalan College tapi kami berhasil lolos dengan aman di bawah perlindungan Alloh azzawajjal.

Minggu ke 8:
Kami libatkan mereka dalam pertempuran jarak dekat. Banyak Tentara Salib yang busuk ditinggalkan oleh rekan-rekan pengecut mereka dan mereka segera mengevakuasi orang-orang yang terluka. Hanya beberapa mujahidin yg syahid (semoga Allah menerimanya)
 
Minggu ke 9:
Kami libatkan semua tentara mereka termasuk unit Elite. Allah azzawajal membuat mereka melupakan pelatihan mereka. Mereka panik dan kehilangan konsentrasi pada pertempuran yang sedang berlangsung. Mereka sangat takut mati dan kami mendengar mereka menangis seperti bayi tidak seperti mujahidin yang tidak pernah goyah dan kehilangan fokus. Mujahidin menunjukkan keberanian yang luar biasa dalam pertempuran ini yang tidak terlihat selama berabad-abad di Filipina.

Minggu ke 10 dan sampai sekarang:
Dalam pandangan Islam, Kami telah mencapai kemenangan dengan menerapkan Hukum Syariah, menghilangkan Alkohol, Narkoba dan Zina. Kami membakar Gereja Kristen, kuil syiah rafidha, membunuh murtaddin yang bersekutu dan mendukung Tentara Salib. Kami membersihkan Kota Marawi dari segala Bentuk Syirik, Kufur dan Bid'ah.

Mujahidin cinta akan kematian demi Allah azzawajal lebih dari kamu mencintai kehidupan. Mujahidin di Marawi dan tempat lain di Asia Timur belajar banyak pelajaran tentang Perang. Sekarang kami sedang mempersiapkan Pertempuran yang lebih besar yang akan datang. Kami tahu Tentara Salib Asing mengirim pasukan mata-mata terbaik mereka dan tentara yang paling terlatih dan terlengkap untuk membantu Filipina melawan kami. Pertempuran baru saja dimulai. Generasi mujahidin selanjutnya lebih takut kepada Alloh, lebih cerdas dan teruji (skill) berperangnya dibanding kita. Tentunya mereka akan menaikkan bendera Daulah Islam tidak hanya di Marawi tapi di seluruh Filipina dan Asia Timur.

Kami meminta kepada semua umat Islam di seluruh dunia untuk berdoa bagi kemenangan Daulah Islam karena kemenangan dan kehormatan kami adalah untuk kepentingan seluruh umat Islam karena tanpa mujahidin tidak akan ada satupun Muslim yang tersisa di muka Bumi. Mujahidin adalah perisai ummat dalam melawan penganiayaan dan penindasan. Kami adalah tentara Allah azzawajal yang berperang siang dan malam.
Reply


Digg   Delicious   Reddit   Facebook   Twitter   StumbleUpon  


Users browsing this thread:
1 Guest(s)


  Theme © 2015