• 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Biografi singkat Abu Sulayman Al-Indonesi

#1
Ia berada di antara banyak pertempuran dan persiapan untuk membebaskan Madajin dan Wady Al Daef, saudara laki-laki kita yang tercinta Abu Sulayman al Indonesi (رحمه الله) mendapat kabar buruk tentang istrinya (رحمها الله) yang meninggal dunia.
 
Dia menaruh senjatanya di tanah Syam dan pergi ke anak-anaknya untuk menghadiri dan menyelesaikan urusan mereka dengan niat penuh untuk kembali.
 
Memang itu adalah sebuah risiko besar bagi seseorang yang pergi (dari Suriah) untuk kemudian dapat kembali lagi. Kabar bahwa dia ditahan oleh polisi Indonesia saat dia mencoba kembali dan dipenjara.
 
Namun, dengan rahmat Allah dia (رحمه الله) dapat melalui kesulitan yang berbelit-belit dan memulai fase baru dari pertempuran di bumi Syam. Hanya untuk menjadi lebih gigih dan teguh pada janjinya kepada Allah. Dia mendaftarkan namanya untuk operasi syahid dan pindah ke front Hama.
 
Ia dikenal dan dihormati oleh para ikhwah dari Indonesia dan juga selebihnya. Ia juga selalu terlihat memimpin saudara-saudara Indonesia dan membimbing mereka melalui banyak pengalamannya di medan pertempuran. Dia juga terlibat dalam membantu pendatang baru dengan penuh semangat dengan waktu dan usahanya.
 
Silih berganti para ikhwah melakukan operasi syahid selama operasi yang dilakukan untuk membebaskan Aleppo. Dia ditetapkan untuk terus maju saat daerah tersebut terkena rudal. Tubuhnya bahkan dan saat yang sama seorang ikhwah lainnya yang berada di sana bersamanya gugur syahid. Sedikit yang kita tahu kapan akan waktu kita berangkat.
 
Lukanya tidak membuatnya tetap tinggal berdiam diri, giliran Abu Sulayman yang ditunggu-tunggu datang pada masa-masa sulit ini mendahului orang-orang Syam. Dari setiap sudut Rezim dengan pestisida mereka Jamat Baghdadi menyerang ke depan dari Hama ke Idlib.
 
Ada kabar diberkati tentang operasi syahid yang dilakukan di Tel Maqbarah melawan rezim tersebut.
 
Wajah tertutup Abu Sulayman (رحمه الله) menjadi salah satu dari sekian banyak tentara pemberani Allah yang pergi menuju kaum Kuffar sembari berkata Labbaika ya Allah! Labbaika ya Allah! Labbaika ya Allah!" (Saya penuhi panggilan Mu ya Allah!).
 
Haru biru untuk mujahidin pemberani Allah ini, dimana lidahnya hanya mengatakan apa yang menyenangkan bagi Allah.
 
Semoga Allah menerima amaliyah baik dari saudara yang mulia ini dan semoga Allah menjadi saksi baginya diantara orang-orang di dunia dan akhirat. Semoga Allah menerima pengorbanannya dan memasukkannya ke  Jannatul Firdaus dan mengumpulkannya bersama  Nabi sallallahu 'alaihi wa sallam, para  nabi, siddiqin dan para syuhada. Aamiin ya Allah.
 
Kisahnya di Syam; dia menikah lagi dan meninggalkan seorang bayi perempuan yang baru berusia satu bulan saat dia pergi ke front pertempuran semata-mata demi Allah untuk meninggikan kalimat Nya.
Tulisan singkat ini tidak sepadan dengan pengorbanannya bagi Allah Azza wa Jalla.
 
Terjemahan bebas dari Bilad al-Sham Media
Reply


Digg   Delicious   Reddit   Facebook   Twitter   StumbleUpon  


Users browsing this thread:
1 Guest(s)


  Theme © 2015