• 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Andai Kakiku Tersentuh Debu Jihad

#1
Tatkala hendak wafat, Yunus bin Ubaid rahimahulloh, tabi'in yang agung, memandangi kedua kakinya, lalu menangis tersedu-sedu. Ketika ditanya seorang wanita, "Abu Abdillah, apa yang menyebabkan engkau menangis..?"

Beliau menjawab, "Kedua telapak kakiku ini belum pernah tersentuh debu jihad di jalan Alloh. Kalau saja kedua kakiku pernah tersentuh debu jihad di jalan Alloh, tentulah aku merasa aman dari azab."

Sedemikian tingginya tingkat wara' dan cita-cita para salaf (kaum terdahulu di zaman Rosululloh Shallallahu Alayhi Wa Salam). Mereka berangan-angan untuk mampu meraih puncak kebaikan supaya tidak terlewat satu pun pintu kebaikan. Inilah Yusuf bin Ubaid, pemilik motto, "Bersegeralah dalam ketaatan disetiap saat dan menunaikan kewajiban di setiap kesempatan."

Demikian hebatnya keimanan dan ketaatan beliau, sampai-sampai orang berkata, "Tiada datang hak-hak Alloh melainkan Yunus bin Ubaid telah menunaikannya."

Namun demikian, beliau masih menyesali dirinya tatkala menjelang wafat, karena belum terbuka kesempatan bagi beliau untuk berjihad fi sabilillah yang beliau isyaratkan dengan istilah "debu jihad di jalan Alloh."

Pada masa itu, memang keadaan sangat tenang, aman dan damai gemah ripah loh jinawi kerto tentrem raharjo. Sehingga beliau disibukkan dengan dakwah, amal sholeh dan berkhidmat untuk umat. Sesuai dengan profesinya sebagai pedagang, beliau senantiasa berdagang dengan sangat jujur dan mengharapkan pahala serta ridho Alloh dalam perdagangannya. Di samping kesibukan bisnis, beliau juga disibukkan oleh ilmu agama dan periwayatan hadist. Pendek kata, seluruh waktu beliau manfaatkan untuk taat beribadah menggapai ridho Ilahi.

Akan tetapi, beliau memiliki perasaan yang sangat peka terhadap kebaikan dan jaminan Rosululloh Shallallahu Alayhi wa Sallam yang begitu tinggi, sehingga beliau paham betul bahwa jihad di jalan Alloh adalah "dzirwatu sanamil Islam", puncak ketinggian Islam.

Beliau berangan-angan, kalau saja kedua telapak kakinya tersentuh debu jihad di jalan Alloh, tentunya beliau akan tenang meninggalkan dunia fana ini dengan rasa aman dan yakin akan selamat dari azab Alloh, selagi dibarengi dengan niat yang ikhlas, jauh dari ujub, riya dan sum'ah.

Itulah amalan sholeh berupa debu jihad yang menyentuh kedua telapak kaki, karena pahala jihad fi sabilillah didapatkan.

"Dan berbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan. Dan berjihadlah kamu di jalan Alloh dengan jihad yang sebenarnya".
(Al-Hajj: 77-78).

Maka perbuatan baik disetarakan dengan jihad, keduanya membutuhkan orang-orang yang sanggup menjadikan kedua telapak kakinya berdebu di jaluan Alloh, dan dengannya ia akan aman dari azab.

kitab Haakadzaa Tahaddats As-Salaf (Potret Kehidupan Para Salaf), karya Dr. Musthafa Abdul Wahid.

 
 
Reply


Digg   Delicious   Reddit   Facebook   Twitter   StumbleUpon  


Users browsing this thread:
1 Guest(s)


  Theme © 2015