• 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Akankah Terulang Kembali Kisah Bom Bali I & II

#1
Peristwa Thamrin dan beberapa penangkapan dari anshar anshar Daulah Islam menimbulkan banyak tanda Tanya. Hal ini disebabkan karena pihak ansharut taghut / penolong kekufuran menyembunyikan beberapa fakta yang menarik untuk diulas. Bagi saya pribadi, peristiwa ini cukup cerdas dijalankan pelaku. Meski ansharut taghut yang murtad mengklaim menangkap beberapa pelaku setelahnya. Kenapa saya katakan cerdas?


Pertama, sampai saat ini ansharut taghut / penolong kekufuran gagal melacak otak sebenarnya dari peristiwa tersebut. Karena saya berkeyakinan, para lone wolf tersebut telah belajar banyak dari system sel komando terputus. Kedua, ansharut taghut / penolong kekufuran gagal menyelidiki perihal dana yang diklaim sebagai dana aksi terorisme tersebut. Karena aksi tersebut dalam kalkulasi saya membutuhkan dana tidak lebih dari 50 juta rupiah.


Sedangkan dana-dana yang diklaim terlacak ansharut taghut / penolong kekufuran tersebut belum terbukti satupun terkait amaliah Thamrin. Logika sederhana saja, apabila tersangka yang tertangkap telah menerima dana puluhan hingga ratusan juta rupiah tiap kali transfer sejak setahun silam, maka seharusnya telah terjadi amaliyah yag sangat banyak sekali. Salah satu klaim ansharut taghut tentang dana yang terlacak mencapai dua milyar rupiah, maka seharusnya telah terjadi aksi serupa Thamrin sebanyak dua puluh kali!!!


Alhasil, dua hal ini sebagai suatu kesuksesan dari gerilya kota yang telah berhasil dipindahkan. Karena, junud daulah Islam di Indonesia berhasil melakukan distorsi fakta dan kamuflase yang sempurna. Meskipun akhirnya ansharut taghut melakukan penangkapan yang membabi-buta dan kembali menunjukkan kemurtadannya di hadapan Allah dan kaum mukminin.


Terkait dengan fakta menarik yang disembunyikan oleh ansharut taghut. Adalah penggunaan bahan peledak high explosive bernama RDX. Hal itu Nampak dari asap putih yang dihasilkan dari residu ledakan.


Penyembunyian fakta ini cukup beralasan. Pertama, untuk mencegah kekhawatiran diantara mereka. ansharut taghut / penolong kekufuran khawatir kemampuan para mujahidin meningkat drastic sejak ditemukannya bahan-bahan pembuat peledak explosive RDX seperti paraffin, dll. Bahan-bahan ini cukup tergolong mudah pembuatannya, dan bahan baku juga mudah ditemukan. Kekhawatiran ini Nampak dari pernyataan beberapa petinggi polri yang menyadari betul bahwasanya para murtadin dari kalangan ansharut taghut / penolong kekufuran adalah target utama, sehingga banyak diantara mereka yang berlarian, bahkan sembunyi di lemari saat peristiwa Thamrin terjadi.


Kedua, para murtadin ansharut taghut / penolong kekufuran menyembunyikan fakta tersebut untuk mencegah kekhawatiran public (baca : para taghut/ penguasa murtad yang mencampakkan hokum Islam padahal mengaku muslim) karena kemampuan ini. Seperti diketahui bahwasanya selain dari beberapa petinggi polri, ada beberapa pejabat (taghut) yang menjadi target junud Daulah Islam, seperti Si Cina Kafir Ahok yang selalu menantang umat Islam dari pernyataan-pernyataan dan kebijakan yang memerangi Islam. Dibandingkan amaliah-amaliah sebelumnya di Indonesia, maka amaliah Sarinah ini mampu menggetarkan hati penguasa taghut murtad dan melegakan hati orang-orang beriman
 

–alhamdulillah-.

Al-akh Abu Jandal –as'alullah yahfadzahu- dalam nasyidnya memotivasi kaum muwahiddin di Indonesia untuk mampu mewujudkan kembali bom bali. Berikut petikan nasyidnya.
 
Imam Samudra benar legakan hati
Amrozy senyum benar menawan hati
Mukhlas memimpin guna kuatkan hati
kuffar terpanggang mati legakan hati
 
Dengan kemampuan ikhwah di Indonesia saat ini yang telah mampu menghasilkan peledak berjenis RDX. Maka insha Allah amaliah seperti bom bali akan mampu terulang lagi. Apabila bom bali membutuhkan lebih dari 1000kg mesiu, maka hanya akan membutuhkan 40kg RDX dalam panci presto.

RDX dikenal sebagai bahan baku pembuatan bahan peledak standard militer C4 (composition 4). RDX juga memiliki kekuatan 3x dari TNT. Dan 10x dari peledak low explosive seperti mesiu. RDX dalam ilmu peledakan tercatat memiliki kecepatan bakar (burning rate) sebesar 8000 meter/ detik. Dimana TNT hanya memiliki kecepatan bakar 25
 
Reply


Digg   Delicious   Reddit   Facebook   Twitter   StumbleUpon  


Users browsing this thread:
1 Guest(s)


  Theme © 2015