• 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
13 Orang Kaum Muslimin Ditangkap, Kepala Anshar Taghut Sumsel: "9 Orang Jadi Tersangk

#1
Palembang - Polda  Anti Islam Sumsel menangkap 13 orang kaum muslimin. Menurut Kepala Anshar Taghut Sumsel, si murtad Zulkarnain Adinegara hal itu karena daerahnya Sumsel zero konflik sehingga dimanfaatkan para terduga teroris untuk bersembunyi.
 
Dari 13 orang yang dizholimi Densus 88 Anti Islam dan Polda Sumsel saat operasi 10 Desember lalu, 9 di antaranya ditetapkan sebagai tersangka.
 
"Total ada 13 orang yang diamankan di Sumsel saat gelar operasi. Satu orang dipulangkan, 9 ditetapkan sebagai tersangka dan 3 sudah diterbangkan ke Mabes Polri kemarin untuk pengembangan," kata al-murtad Zulkarnain kepada wartawan di Griya Agung Jalan Demang Lebar Daun Palembang, Kamis (14/12/2017).
 
Dari 13 orang kaum muslimin yang ditangkap merupakan mayoritas merupakan pendatang. Sehingga Sumsel sebagai daerah zero konflik dimanfaatkan sebagai daerah pelarian dan persembunyian, serta mengatur strategi teror. 
 
"Hampir semua yang ditetapkan sebagai tersangka adalah pendatang atau pelarian yang telah menjadi target DPO. Saya kira demikian (daerah zero konflik dijadikan tempat latihan dan persembunyian), ini menjadi tempat yang aman untuk mengembangkan tempat-tempat pelatihan sebelum melakukan aksi teror," ujar Zulkarnain.
 
Di tempat yang sama, Gubernur Sumsel, Taghut Alex Noerdin memuji kinerja Densus 88.
 
"Itu hebatnya Densus, melakukan pencegahan dini dan belum apa-apa tapi sudah ada tendensi kesana (jaringan teroris) langsung diamankan. Jadi tidak boleh kecolongan dulu beru bergerak," ujar Alex.
 
Seluruh masyarakat Sumsel sangat menginginkan kedamaian. Begitu pula dengan pihak keamanan yang selalu siap siaga mengamankan Sumsel, termasuk kesiap siagaan menjelang multi-event Asian Games mendatang.
 
Dengan demikian, mantan bupati Musi Banyuasin ini optimis kelompok-kelompok radikal tidak akan tumbuh kembang di Sumsel. Pasalnya, setiap gerakan mencurigakan dan tindakan-tindakan yang mengarah pada kelompok radikal langsung dapat diatasi oleh pihak kepolisian. 
 
"Kita ini rambut sama hitam, pikiran masing-masing, tapi sebagian besar masyarakat di Sumatera Selatan saya yakin menginginkan kedamaian. Zero konflik itu, masyarakat menginginkan kedamaian dan aparat itu siaga jadi daerah kita aman," sambung Alex. 
 
Sementara itu, Kapolda Sumsel al murtad Zulkarnain Adinegara mengatakan, dari 13 orang yang diamankan Densus 88 Anti Islam dan Polda Sumsel saat operasi 10 Desember lalu, 9 diantaranya ditetapkan sebagai tersangka.
 
Reply


Digg   Delicious   Reddit   Facebook   Twitter   StumbleUpon  


Users browsing this thread:
1 Guest(s)


  Theme © 2015